Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan perihal wacana reshuffle yang akan dilakukan.
"Tunggu saja... Ditunggu saja," ujar dia singkat usai meresmikan pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023).
Baca Juga: Buka-bukaan Demokrat Bakal Deklarasikan Capres Tahun Ini, Bulan Januari?
Kemudian, perihal siapa saja mereka yang akan kena dirombak, Jokowi lagi-lagi meminta untuk bersabar menunggu.
"Ditunggu saja," kata dia.
Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyebut bahwa, masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya tersisa sekira 2 tahun lagi.
Mestinya, Jokowi bersama kabinetnya fokus bekerja pasca pandemi Covid-19. Bukan melakukan reshuffle yang justru akan menyita perhatian publik.
"Waktu bekerja tinggal dua tahun, rakyat tentu berharap kinerja kabinet ini semakin membaik dan para menterinya fokus memulihkan kondisi negeri," ujar Herzaky, Selasa (27/12/2022).
Jika Jokowi memang melakukan evaluasi, mantan wali kota Solo itu seharusnya menyoroti menteri-menteri yang kerap diisukan maju di pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Pasalnya, mereka kerap memanfaatkan jabatannya untuk melakukan kampanye.
"Beliau sebaiknya sangat berhati-hati jika memang benar akan melakukan reshuffle. Ada harapan besar rakyat di dalamnya jika benar Presiden Jokowi mau melakukan reshuffle," ujar Herzaky.