Pengamat politik Rocky Gerung heran dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meng-endorse Ganjar Pranowo disebut ingin menuda pemilu.
Padahal kata dia, elektabilitas Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu di 42 persen seperti yang dirilis oleh lembaga survei Charta Politika Indonesia. Semestinya dipercepat saja pemilunya.
"Loh kenapa mau ditunda pemilunya, dipercepat aja mumpung Ganjar elektabiltiasnya 42 persen. Nanti kalau ditunda turun lagi elektabilitasnya ke 12 persen, atau bahkan ke 0,2 persen," kata dia di akun YouTube pribadi miliknya, Senin (2/1/2023).
Ia mengatakan kalau ucapannya berdasarkan logika dan itu memang sangat mudah terbaca.
"Kan logika ini saja dengan mudah dibaca, itulah pentingnya untuk berpikir," kata dia.
"Kan gampang, bayangkan saja kalau Ganjar 42 persen sekarang oleh survei siapa itu kemarin, Charta Politika. Kalau Ganjar sudah 42 persen ya ngapain tunda pemilu, kan Ganjar pasti menang, itu tandanya survei bohong," sambungnya.
Sebelumnya, lembaga Survei Charta Politika Indonesia merilis survei terbaru pada Kamis, 22 Desember 2022, elektabilitas Ganjar Pranowo meraup suara 42,8 persen.
Angka ini berpotensi memenangkan pertarungan Pilpres 2024 hanya satu putaran jika melawan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
Data tersebut merupakan data ekstrapolasi yaitu simulasi ketika tingkat pengenalan calon diasumsikan sama rata atau mendekati pemilihan dengan 3 nama yakni Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
Dalam simulasi tiga nama, elektabilitas Ganjar berada di angka 42,8 persen. Sementara di bawahnya Anies Baswedan mendapat 28,1 persen, Prabowo Subianto 23,9 persen, dan responden yang tidak menjawab atau tidak tahu sebanyak 5,2 persen.
"Mas Ganjar naik di angka 42,8 persen jauh meninggalkan Anies diangka 28,1 yang Pak Prabowo di angka 23,9 persen," kata Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya.