KPK Beri Pesan Khusus Buat Eks Napi Korupsi yang Kembali Terjun ke Politik

KPK Beri Pesan Khusus Buat Eks Napi Korupsi yang Kembali Terjun ke Politik Kredit Foto: Reno Esnir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan pesan khusus untuk eks narapidana korupsi Romahurmuziy yang kembali terjun ke dunia politik.

Lembaga antirasuah ini berharap eks narapidana korupsi yang dikenal dengan nama Romi tersebut dapat menyampaikan pesan efek jera terhadap lingkungannya.

"Kami berharap, para mantan narapidana korupsi ini dapat menyampaikan pesan kepada lingkungannya bahwa efek jera dari penegakkan hukum tindak pidana korupsi itu nyata, yang tidak hanya berimbas pada diri pelakunya, tapi juga terhadap keluarga dan lingkungannya," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/1/2023).

Baca Juga: PPP Angkat Eks Napi Korupsi Jadi Ketua Majelis Pertimbangan Partai

Ali mengatakan, pihaknya pun menghormati keputusan Romi yang memilih untuk kembali lagi berpolitik maupun beraktivitas bersama PPP.

Menurut dia, hal ini tidak menjadi masalah lantaran Romi sudah menyelesaikan masa hukumannya dan tidak dibatasi oleh putusan pengadilan terkait pencabutan hak politik.

"Di mana hukuman bagi para narapidana sepatutnya tidak hanya dimaknai sebagai hukuman untuk memberi efek jera, namun juga sebagai pembelajaran bagi dirinya dan juga masyarakat agar tidak kembali terjerat tindak pidana korupsi," ujarnya.

Baca Juga: Balik Urus Partai, PPP Anggap Mantan Napi Korupsi Romahurmuziy Masih Punya Hak Politik

Ali menambahkan, secara KPK intensif melakukan pembekalan antikorupsi bagi para kader partai politik. Diantaranya melalui Program Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu yang menyasar peserta Pemilu tahun 2024.

Dia menyebut, melalui sistem demokrasi yang bersih dari praktik-praktik money politic, KPK berharap masyarakat menjadi lebih percaya pada sistem politik di Indonesia sebagai sarana untuk mewujudkan tujuan bernegara, dengan terciptanya perpolitikan yang cerdas dan juga berintegritas.

"Hal ini patut menjadi pembelajaran kita bersama. Terlebih salah satu pelaku korupsi terbanyak yang ditangani KPK adalah produk dari proses politik. Baik yang berkiprah pada ranah eksekutif maupun legislatif," tutur dia.

Baca Juga: PKB Diisukan Ingin Gabung Koalisi Perubahan, Begini Respons Partai NasDem!

Sebelumnya, Romahurmuziy kembali diangkat menjadi Ketua Majelis Pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat PPP. Hal ini diketahui berdasarkan unggahan Romy di akun Instagram resminya @romahurmuziy.

"Kuterima pinangan ini dengan bismillah, tiada lain kecuali mengharap berkah, agar warisan ulama ini kembali merekah, kuterima amanah ini dengan inna lillah, karena disetiap jabatan itu mengintai fitnah, teriring ucap la haula wa laa quwwata illa billah," tulis Romi dengan mengunggah sebuah foto surat resmi pengangkatan dirinya.

Baca Juga: Catat! NasDem Targetkan Umumkan Cawapres Anies Paling Lama pada Juni 2023

Sebagai informasi, Romy merupakan narapidana korupsi yang telah bebas pada 29 April 2020. Saat itu, Romy terbukti terlibat suap pengisian jabatan atau jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Dia kemudian divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Namun, hukuman itu kemudian dipangkas oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menjadi 1 tahun pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover