Soal Perintah 'Hajar' dari Ferdy Sambo ke Bharada E, Ahli Hukum Ngomong Lantang: Penganjur Nggak Bisa Dimintai Tanggung Jawab

Soal Perintah 'Hajar' dari Ferdy Sambo ke Bharada E, Ahli Hukum Ngomong Lantang: Penganjur Nggak Bisa Dimintai Tanggung Jawab Kredit Foto: Screencapture

Ahli hukum pidana daril Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Said Karim, berpendapat bahwa terdakwa Ferdy Sambo tidak dapat dimintai pertanggungjawaban terkait kasus tewasnya Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Keterangan itu disampaikan Said saat memberi kesaksian untuk meringankan terdakwa Sambo dan Putri Candrawathi dalam sidang lanjutan pembunuhan berencana Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2023).

Berawal saat pengacara Putri, Febri Diansyah menyinggung perihal perintah 'hajar' yang diklaim disalahartikan oleh Bharada Richard Eliezer atau Bharada E untuk menembak Yosua.

"Bagaimana kalau dalam sebuah situasi pihak yang menganjurkan atau penganjur ini sebenarnya anjurannya berbeda dengan yang dilaksanakan. Pelaksana miss interpretasi atau miss persepsi dalam menerima anjuran dari pihak penganjur, misalnya yang dianjurkan adalah 'hajar' tetapi yang dilakukan adalah menembak sehingga mengakibatkan matinya seseorang, mohon saudara ahli jelaskan?" tanya Febri kepada Said Karim.

Baca Juga: 90 Hari Penahanan Akan Selesai, Susno Duadji Takut Ferdy Sambo Cs Dibebaskan Demi Hukum Pada 10 Januari 2023

Said mengatakan, jika perintah dari Sambo disalahartikan oleh Richard, maka Sambo sama sekali tidak bisa dipidana.

"Jadi dalam hal yang seperti ini menurut pengetahuan hukum yang saya pahami, penganjur tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana terhadap pidana terhadap perbuatan yang tidak dia anjurkan, tidak bisa," ungkap Said.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover