Punya Surat dari Kemenkumham, Ketua Yayasan di Gowa Patahkan Tuduhan MUI Sebagai Aliran Sesat, Ternyata Soal Larangan Shalat...

Punya Surat dari Kemenkumham, Ketua Yayasan di Gowa Patahkan Tuduhan MUI Sebagai Aliran Sesat, Ternyata Soal Larangan Shalat... Kredit Foto: CELEBESMEDIA.ID/Rusmawandi Rara

Pimpinan Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah, Wayang Hadi Kesumo, yang menaungi aliran Bab Kesucian, membantah ajarannya merupakan aliran sesat.

Hadi Kesumo menyesalkan pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sulawesi Selatan yang menyebut yayasannya di Kampung Butta Ejayya, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomaranmu, Kabupaten Gowa, sebagai aliran sesat tanpa melakukan konfirmasi.

"Yang memviralkan itu, saya baca dari (komentar) MUI Sulsel, nah, mereka dari pihak MUI tidak pernah klarifikasi, tidak pernah datang menanyakan," kata Hadi, dilansir dari Tribunnews.com.

Ia menjelaskan, awalmula viralnya aliran Bab Kesucian karena ada seseorang mengambil fotonya tanpa izin. Kemudian foto yang diambil orang tersebut diberi keterangan aliran sesat tanpa adanya konfirmasi.

"Bagaimana mengatakan sesat, hanya mengambil gambar, mengambil foto, lalu menuliskan kata-kata sesat tanpa klarifikasi, tanpa bertanya, itukan sepihak," beber Hadi.

Menurutnya tindakan orang yang mengambil foto dan memviralkan ke media sosial tak dibenarkan, begitu juga MUI Sulsel yang menyatakan aliran sesat tanpa adanya konfirmasi.

Baca Juga: Heru Budi Sidak Uji Kendaraan Bermotor Cuma Akal-akalan? Wali Kota Saja Tahu

"Apabila saya sesat seharusnyakan dibimbing, kalau melihat yang salah, bukan menyalahkan, memperbaiki yang salah bukan dengan cara yang salah," kata Hadi.

"Apalagi mengambil gambar tanpa izin, memposting di media sosial, meletakkan kata-kata sesat itu bagaimana," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover