Fahri Hamzah Bongkar Sifat Asli Anies Baswedan: Ternyata 'Cari Aman' Sejak Zaman SBY!

Fahri Hamzah Bongkar Sifat Asli Anies Baswedan: Ternyata 'Cari Aman' Sejak Zaman SBY! Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah membongkar satu persatu sifat asli Anies Baswedan. Ia menyebut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak akan berani berbicara ekstrem di hadapan publik.

Fahri menakar keberanian Anies yang dilihat dari rekam jejaknya yang berpihak pada pemerintahan sejak zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Orang seperti Anies nggak berani ngomong ekstrim, nggak berani mengungkapkan idenya yang ekstrim atau yang radikal atau dia mau ngapain itu nggak berani," kata Fahri Hamzah dalam video yang diunggah @riesaenwan213 di Twitter, Kamis (5/1/2023).

Baca Juga: Rizal Ramli Ngawur dan Bodoh, Pendukung Anies Mencak-mencak ke Mahfud MD: Omongan yang Nggak Tidak Patut

Mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut menyebut bahwa Anies takut elektabilitasnya turun dan citranya terlihat buruk jelang Pilpres 2024.

"Karena kalau kita mengumpulkan massa kecewa dan massa marah di belakang kita dan seolah-olah kita adalah pahlawan baru, kita memberikan ruang bagi irasionalitas dalam pemilu dan itu selalu jelek hasilnya," jelas Fahri.

Eks politisi PKS itu lantas mengungkit sikap berpolitik Anies yang terkesan 'cari aman' sejak era SBY.

"Zaman pak SBY ikut konvensi. Zaman pak Jokowi, ikut pak Jokowi. Zaman pak Prabowo, ikut pak Prabowo. Zaman Surya Paloh, ikut Surya Paloh," ujar Fahri.

Baca Juga: Memang Pantas Dipecat Jokowi! Djarot Saiful Hidayat Beberkan Kinerja Buruk Menteri NasDem

Dirunut dari rekam jejaknya, Anies Baswedan mulai ikut berpolitik sejak jadi peserta konvensi capres Partai Demokrat tahun 2013. Namun dalam konvensi itu ia gagal.

Anies kemudian bermanuver memberikan dukungannya kepada Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Pilpres 2014. Tak hanya masuk tim pemenangan Jokowi-JK, ia juga bertindak sebagai juru bicara koalisi tersebut hingga menang melawan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Setelah itu, Anies pun diminta Jokowi untuk membantu di kabinet sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, kariernya sebagai menteri terhenti di reshuffle kabinet 2016 digantikan Muhajir Effendy.

Baca Juga: Mohon Maaf Pak Jokowi! Anda Bakal Keok Kalau Nekat Nyapres Lagi

Anies kemudian maju sebagai Gubernur DKI Jakarta di tahun 2017 lewat partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto.

Setelah menyelesaikan jabatannya sebagai Gubernur, Anies kemudian mendeklarasikan diri maju sebagai calon presiden di Pemilu 2024.

Namun, bukan lagi lewat Partai Gerindra. Anies mencalonkan diri melalui Partai Nasdem pimpinan Surya Paloh.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover