Jadi, Apa yang Bisa Bikin Kapok Habib Rizieq?

Jadi, Apa yang Bisa Bikin Kapok Habib Rizieq? Kredit Foto: Antara

Penjara tampaknya masih tetap tak mampu menahan mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab untuk tetap bergerak melancarkan agendanya. Baru-baru ini, namanya tengah menjadi sorotan masyarakat karena dari balik jerujinya, ia menyerukan boikot kepada Kapolda Metro jaya Irjen Pol Fadil Imran dan Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman.

Rizieq menyerukan boikot terhadap kedua sosok tersebut agar ditolak oleh masyarakat di berbagai momen dan tempat. Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya Rizieq memang memiliki masalah pribadi dengan keduanya.

Seperti diketahui, Dudung semasa masih menjabat sebagai Pangdam Jaya pernah merobek baliho-baliho bergambar Rizieq di berbagai daerah di DKI Jakarta pada 2020 lalu. Hal ini disebabkan telah dibubarkannya FPI saat itu dan baliho-baliho tersebut dipasang oleh para simpatisannya tanpa izin. Hal ini dianggap meresahkan masyarakat karena tampilan baliho yang juga dianggap provokatif karena mengangkat narasi ajakan revolusi.

Sementara Fadil menjadi musuh Rizieq bersama simpatisannya di FPI karena dianggap sebagai dalang dari kasus penembakan enam orang laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada Desember 2020 lalu. Kasus ini sendiri hingga kini masih menjadi sebuah tuntutan besar tersendiri bagi pihak simpatisan Rizieq dan menjadi salah satu wacana yang kabarnya akan diangkat dalam acara reuni 212 pada 2 Desember mendatang.

Baca Juga: Seruan Rizieq Shihab Soal Boikot Fadil Imran dan Letjen Dudung Picu Masalah Baru

Banyak pihak yang merasa tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Rizieq, seakan mereka menganggap bahwa Imam Besar FPI tersebut tak ada kapoknya untuk berulah dan melakukan provokasi. Memang semua tahu, Rizieq merupakan salah satu dai paling kondang di Tanah Air yang terkenal dengan pidato-pidatonya yang provokatif. Sejauh ini, Rizieq sudah berulang kali harus berurusan dengan hukum lantaran berbagai ulahnya yang dianggap meresahkan sebagian besar masyarakat.

Masa hukumannya sendiri pun kini masih belum tuntas, karena meskipun masa hukuman penjara terkait kasus kerumunan di Petamburan di tengah pandemi telah tuntas ia jalani, ia masih ditunggu oleh kasus lainnya yang kini tengah dalam proses kasasi, yakni kasus pemalsuan tes swab di RS Ummi Bogor. Sementara dirinya kini sudah mulai bermanuver kembali dengan para simpatisannya di luar penjara.

Rizieq seakan tak kapok dengan hujan kasus yang menimpanya beberapa tahun terakhir. Nama Rizieq sendiri mulai tercoreng sejak kasus chat pornonya dengan wanita bernama Firza Husein yang menjadi isu heboh di masyarakat pada 2017 silam. Rizieq saat itu terpaksa harus berurusan dengan hukum dan menanggung malu setelah sebelumnya ia berhasil menjebloskan eks-Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke dalam jeruji karena kasus penistaan agama Islam.

Lebih jauh, Rizieq saat itu bahkan terpaksa harus mangkir dan menetap di Arab Saudi selama tiga tahun lamanya alih-alih berhadapan dengan pihak berwajib terkait kasusnya dengan Firza Husein. Dalih dirinya dan pihak FPI saat itu adalah bahwa dirinya melakukan umrah dan memilih menetap di Arab Saudi karena ingin menghindari konflik di Indonesia.

Sayangnya, menetapnya di Arab Saudi juga bukan tanpa masalah, karena dirinya tinggal di sana selama tiga tahun lamanya tanpa kejelasan. Ia berulang kali dicekal oleh pihak berwajib di Arab Saudi karena melakukan overstay, dimana masa berlaku visanya sudah melebihi batas 2,5 tahun. Selama ia menetap di Mekkah pun, banyak beredar kabar-kabar miring terkait dirinya saat menetap di sana. Banyak yang menyebut bahwa Rizieq menetap di Arab agar kasusnya dengan Firza berhenti diselidiki.

Baca Juga: Rizieq Shihab Koar-koar Boikot Fadil Imran dan Letjen Dudung, Muannas Minta Polisi Teruskan Kasus Chat Porno

Meskipun akhirnya, Rizieq kembali pulang ke Indonesia pada 10 November 2020, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Kepulangannya sendiri menuai banyak kontroversi karena disambut oleh lonjakan massa yang bahkan berhasil melumpuhkan Bandara Soekarno-Hatta, sementara saat itu pandemi Covid-19 di Indonesia sedang dalam masa krisisnya. 

Empat hari kemudian, ia kembali membuat ulah dengan menjadi dalang dari terjadinya kerumunan di Petamburan pada 14 November 2020. Saat itu, ia menggelar pernikahan putri keempatnya sekaligus merayakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Sayangnya, saat itu pandemi masih dalam lonjakan tinggi dan kekarantinaan kesehatan sedang gencar dilakukan, sehingga Rizieq pun harus kembali berurusan dengan hukum dan divonis 8 bulan penjara.

Sehari sebelumnya, ia juga sempat menghadiri acara peletakan batu di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah di Megamendung, Kabupaten Bogor. Hal ini juga turut menjeratnya ke ranah hukum, meskipun dengan hukuman yang lebih ringan berupa denda sebesar Rp 20 juta subsider 5 bulan penjara.

Rizieq kemudian lagi-lagi terkena kasus setelah dirinya secara tiba-tiba dirawat di RS Ummi Bogor pada 25 November 2020. Rizieq, yang seharusnya melakukan tes swab karena setelah sebelumnya sempat berada di kerumunan tanpa masker justru menolak karena mengaku sebelumnya sudah melakukan tes swab. Namun, hasil tes swab yang diklaimnya tersebut justru enggan dipublikasikan oleh pihak RS. Hal inilah yang membuat Satgas Covid-19 Kota Bogor mempermasalahkannya.

Akhirnya, Rizieq lagi-lagi berurusan dengan hukum, sementara kasusnya terkait kerumunan di Petamburan belum tuntas. Ia akhirnya menjadi tersangka kasus pemalsuan tes swab dan memperoleh vonis 4 tahun penjara setelah dikurangi dari tuntutan sebelumnya, yakni 6 tahun penjara. Saat ini, kasusnya tersebut tengah menjalani proses kasasi.

Adapun kasusnya dengan Firza Husein hingga kini tidak dilanjutkan dan dibiarkan begitu saja. Banyak pihak-pihak yang menuntut agar kasus tersebut dilanjutkan karena sudah memakan waktu sangat lama sejak 2017, dimana Rizieq justru malah 'kabur' ke Arab Saudi.

Baca Juga: Bakal Heboh, Ini Rencana Besar Rizieq Shihab Setelah Bebas Dari Penjara

Rizieq sendiri tampaknya memang sudah begitu dekat dengan yang namanya kasus. Jauh sebelum kasus-kasus terbarunya yang mencoreng namanya tersebut, ia sempat berulang kali bertikai dengan banyak pihak yang sampai membawanya ke ranah hukum sejak masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

Pada 2003 silam, Rizieq pernah divonis hukuman 7 bulan penjara atas kasus penyerangan tempat hiburan olehnya beserta FPI pada 2002. Ia dianggap telah meresahkan masyarakat karena melakukan penyerangan dengan alasan 'sweeping tempat maksiat'.

Rizieq juga sempat terjerat pidana karena menjadi tersangka sebagai dalang dari aksi penyerangan FPI terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monas pada 2008. 12 orang AKKBB terluka di tangan FPI saat itu dan Rizieq pun divonis hukuman 1,5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Rizieq juga sempat berurusan hukum dengan Sukmawati Soekarnoputri atas kasus penghinaan Rizieq terhadap Presiden Pertama RI Soekarno serta Pancasila. Meskipun kasus tersebut tidak diteruskan karena tidak cukup bukti.

Meski begitu, Rizieq seakan tak kapok untuk terus bermanuver dan meresahkan sebagian besar masyarakat. Rizieq bahkan disebut-sebut berencana akan kembali berjuang untuk Indonesia saat dirinya sudah terbebas dari hukuman. Ia disebut akan memperjuangkan hak-hak bangsa Indonesia, khususnya para simpatisannya, yang kita tahu adalah para simpatisan FPI.

Baca Juga: Cucu Nabi Sentil Habib Rizieq: Dipenjara Aja Bikin Gaduh, Apalagi Gak Dipenjara

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini