Ada Kejanggalan, Permendikbud Ristek No 30 Tahun 2021 Disebut Mengadopsi RUU PKS yang Gagal Lolos di DPR Periode Lalu

Ada Kejanggalan, Permendikbud Ristek No 30 Tahun 2021 Disebut Mengadopsi RUU PKS yang Gagal Lolos di DPR Periode Lalu Kredit Foto: Sigid Kurniawan

Anggota komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Iskan Qolba Lubis menyayangkan adanya Peraturan Mendikbud Ristek (Permendikbud Ristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi.

“Permendikbud ini jelas bermasalah dan telah meresahkan umat. Puluhan Ormas Islam dan bahkan Muhammadiyah pun telah menolak Peraturan PPKS ini,” kata dia dilansir dari fraksi.pks.id pada Kamis (11/11/2021).

Menurutnya, Permendikbudristek no 30 tahun 2021 banyak mengadopsi Draft Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-P-KS) yang gagal lolos di Komisi VIII DPR RI periode lalu dan pihaknya memiliki argumen yang kuat untuk menolak RUU tersebut.

“Bisa dilihat sepintas, Permendikbud ini beberapa frasa aturannya terlihat hampir sama dengan RUU penghapusan kekerasan seksual yang ditolak masyarakat Indonesia secara masif di periode yang lalu (DPR RI 2014-2019). Salah satu poin pentingnya terletak pada istilah paradigma seks bebas yang berbasis persetujuan (Sexual-Consent),” tegas Iskan.

Baca Juga: Tuai Dukungan Kemenag, Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Dinilai Sebagai Kebijakan Baik

Kata dia, tentu saja ini sangat berbahaya, karena dalam aktivitas seksualnya, ukuran benar salahnya bukan berdasarkan nilai Agama dan moralitas yang dikedepankan, melainkan persetujuan dari para pihak.

Legislator asal Sumatera Utara II ini juga memaparkan bahwa mereka berlindung dibalik kata-kata tidak ada pemaksaan, dan persetujuan para pihak, serta rasa saling suka sama suka, maka aktivitas seksual itu menjadi halal.

“Bukankah sama saja ini kita membuka pintu seks bebas untuk dilegalkan? Permendikbud ini sangat berpotensi melegalkan dan memfasilitasi perbuatan zina dan perbuatan menyimpang LGBT yang tentunya saat ini moralitas bangsa kita sedang dipertaruhkan karena telah jelas hal ini bertentangan dengan Nilai Agama dan Pancasila serta nilai-nilai luhur bangsa Indonesia,” ujar Iskan.

Baca Juga: Ustaz Hilmi Minta Nadiem Makarim Cabut Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021

Iskan pun meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebaiknya mencabut Permendikbud no 30 Tahun 2021. Atau setidaknya merevisi dan merumuskan kebijakan dan peraturan berdasarkan pada nilai-nilai agama, Pancasila, dan UUD 1945.

“Semoga Bapak Menteri bisa mendengar suara masyarakat Indonesia dan segera mencabut Permendikbud ini. Hentikan Polemik ini, mari bersama-sama kita cegah dan hapus kekerasan seksual dengan aturan yang diatur berdasarkan nilai agama , nilai Pancasila dan norma masyarakat Indonesia,” pungkas Iskan mengakhiri.

Sebagaimana diketahui, Mendikbudristek Nadiem Makarim menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi pada 31 Agustus 2021.

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Populis Discover

Terkini