“Tidak memerhatikan Yang Mulia,” kata Bripka RR.
Hakim menanggapi, “Tidak memperhatikan? Padahal jaraknya dekat loh.”
Dicecar terus-terusan, Bripka RR kemudian menjelaskan kalau dirinya mencari suara Adzan Romer dan berbalik ke arah dapur untuk mencari sumber suara tersebut. Hakim pun merasa heran karena Ricky lebih memilih mencari suara ajudan Ferdy Sambo yang lain, padahal di depan matanya ada insiden penembakan.
“Sebelumnya saudara sering atau pernah melihat orang ditembak?” tanya hakim lagi.
Bripka RR menjawab, “Tidak pernah, Yang Mulia.”
“Pada saat saudara melihat saudara Richard menembak korban, tentunya saudara terkejut atau shock dong, betul kan?” cecar hakim.
Ricky menyatakan, “Iya, Yang Mulia.”
“Tapi saudara masih sempat mendengar suaranya Romer (ajudan) dan mencari, menoleh untuk melihat Romer?” pungkas hakim.
Bripka RR menjelaskan, “Karena saya mendengar itu reflek saya Yang Mulia.”
“Luar biasa dong artinya lebih bagus, lebih menarik mencari suaranya Romer ketimbang melihat orang ditembak?” imbuh hakim.
Ricky menegaskan, “Bukan lebih menarik Yang Mulia, tapi karena waktu itu ya saya reflek mencari suaranya Romer.”