Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 Triliunan Rupiah Era Anies Mengemuka, Heru Budi Langsung Bilang Begini, Pasang Kuping Baik-baik!

Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 Triliunan Rupiah Era Anies Mengemuka, Heru Budi Langsung Bilang Begini, Pasang Kuping Baik-baik! Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menanggapi ramainya perbincangan publik mengenai dugaan korupsi program bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tahun 2020 senilai Rp 2,85 triliun.

Heru mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai bagaimana dugaan korupsi itu terjadi. Sebab peristiwa tersebut terjadi bukan di masanya, melainkan disaat Pemprov DKI ada di bawah kepemimpinan eks Gubernur Anies Baswedan.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 DKI Era Anies Baswedan Terbongkar! Ribuan Ton Beras Senilai Rp2,85 Triliun Ternyata Tak Disalurkan, Astaga

"Iya, saya enggak tahu. Itu kan (program bansos tahun 2020) lama," kata Heru kepada  wartawan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2023).

Heru mengaku kurang memahami bagaimana situasi penyaluran bansos di periode 2020 tersebut. Namun, ia menegaskan jajarannya kini telah merekonsiliasi data penerima bansos di Ibu Kota. Proses rekonsiliasi itu, menurut dia, telah berlangsung selama 3-4 kali.

"Dari saya di sini sudah 3-4 kali membahas mengenai data, rekonsiliasi data (penerima bansos). Kalau yang lalu-lalu, kan saya enggak paham," urainya.

Sebelumnya, pegiat media sosial Rudi Valinka membocorkan dugaan korupsi bantuan sosial atau bansos milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2020 ketika masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan. Berdasarkan temuan, dugaan korupsi itu mencapai Rp2,85 triliun.

"Temuan Dugaan Korupsi Program Bansos Pemprov DKI tahun 2020 senilai Rp. 2.85 Triliun. Hasil audit forensik Ernst & Young yang belum dibuka ke publik nih," kata Rudi dikutip dari Twitter pribadinya @kurawa, Selasa (10/1/2023).

Rudi mengatakan bahwa dugaan tersebut berawal dari info seorang pengungkap fakta yang mengabarkan adanya penimbunan beras bansos milik perumda Pasar Jaya tahun anggaran 2020 yang masih tersimpan di Gudang sewaan di Pulogadung.

Pasar Jaya merupakan salah satu perusahaan BUMD yang dipilih Dinas Sosial DKI sebagai rekanan untuk menyalurkan bansos berupa paket sembako. Terkait hal itu, Pasar Jaya mendapat porsi senilai Rp2.85 triliun.

"Tidak ada alasan spesifik mengapa Dinsos DKI memberikan porsi yang sangat besar kepada Pasar Jaya apakah karena status perusahaan yang masih Perum (perusahaan umum) sehingga lebih mudah utk administrasi cawe-cawenya," tuturnya.

Setelah mendapatkan informasi lokasi Gudang penyimpanan beras bansos milik Perumda Pasar Jaya, Rudi langsung meluncur ke TKP lokasinya di kawasan Industri Pulogadung Jakarta Timur.

"Gue berhasil masuk kedalam Gudang penyimpanan beras bansos untuk melihat kondisi beras milik warga DKI yang menurut info hanya di gudang ini aja sebanyak 1000 ton beras dalam bentuk paketan 5 Kg. Ada tukang yang bekerja ditugasi melakukan mission impossible menyortir beras-beras busuk," tuturnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Bangun Masjid Mewah, Musuhnya Habib Rizieq Nyeletuk: Islam Cuma Pamer Masjid, Kiri Kanannya Orang Miskin Semua!

Baca Juga: Megawati Kasihani Jokowi Kalau Nggak Jadi Presiden, Sekjen PDIP: Itu Lagi Kangen-kangenan, Hubungan Mereka...

Rudi memastikan bahwa seratus persen kondisi beras bansos milik DKI ini rusak dan membusuk. Bahkan menurutnya beras tersebut sudah tidak layak untuk hewan sekalipun karena terdapat jamur berwarna kuning hingga menghitam.

"Sesuai dengan mata anggaran Bansos Covid 2020 seharusnya beras-beras ini disalurkan sepenuhnya kepada warga DKI di tahun 2020-2021 yang lalu sampai sekarang kita masih heran mengapa dibiarkan ditumpuk di gudang sewaan seperti ini?Tidak habis pikir dengan kondisi seperti ini," kata Rudi.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover