Dugaan Korupsi Bansos DKI Era Anies Dibongkar, Jhon Sitorus Kasih Sindiran Menohok: Buzzer Yohannes Sedang Dig Dug Serrr..

Dugaan Korupsi Bansos DKI Era Anies Dibongkar, Jhon Sitorus Kasih Sindiran Menohok: Buzzer Yohannes Sedang Dig Dug Serrr.. Kredit Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Pegiat media sosial, Jhon Sitorus, ikut menanggapi cuitan Rudi Valinka yang mengungkap soal dugaan korupsi beras bantuan sosial alias bansos pada 2020 silam saat era eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Awalnya, Rudi menyinggung sejumlah media dan buzzer Anies yang hanya diam atas cuitannya itu. Padahal kicauannya soal dugaan korupsi beras bansos DKI itu sudah dilihat empat juta akun Twitter.

Baca Juga: NasDem Nggak Terima Jokowi Dikasihani Kalau Tanpa PDIP: Dia Lahir dari Proses Demokrasi!

Rudi Valinka lewat akun Twitter @kurawa menulis, “Selamat Pagi "Dugaan Korupsi Beras Bansos DKI 2020" Hampir 2 hari ini sudah 4 juta akun yang membaca kasus ini.”

“Media besar yg biasanya asal copas twit viral menjadi Diam, BuzzeRp Yohanies yg selama ini Kamikaze bela junjungannya menjadi Bisu.. Ada apa yah?” tanyanya menandaskan, disertai dengan emotikon tertawa.

Melihat cuitan tersebut, Jhon kemudian menyebut kalau buzzer Anies sedang deg-degan dan bingung bagaimana menangkal dugaan korupsi tersebut.

“Buzzer Yohannes sedang dig dug serrr Bingung mau menangkal pake bahasa apa?” ujarnya dikutip Populis.id dari cuitan akun @Miduk17 yang diunggah pada Rabu (11/1/2023),

Sebagai informasi, sebelumnya Rudi membuat sebuah utas yang mengungkap soal adanya dugaan korupsi bansos Pemprov DKI Jakarta pada 2020 sebesar Rp2,85 triliun. Menurutnya, pengungkapan itu berawal dari informasi whistleblower atau saksi pelapor.

Baca Juga: Ngaku Takut ‘Dibuang’ Sambo Sambil Nangis, Aksi PC Malah Bikin Salfok: Jiah Giliran Jadi Terdakwa Sedih, Giliran Dengerin Saksi Mesem-mesem

Saksi pelapor itu mengabarkan soal adanya penimbunan beras bansos milik Perumda Pasar Jaya tahun anggaran 2020 yang kini masih disimpan dalam gudang sewaan di daerah Pulogadung, Jakarta Timur.

Ia mengungkap kalau bansos DKI pada 2020 dilakukan untuk penanggulangan dampak Covid-19 yang ada di Jakarta sehingga diambil dari APBD senilai Rp3,65 triliun dalam bentuk paket sembako.

Rudi menyampaikan kalau Dinas Sosial DKI menunjuk tiga rekanan untuk menyalurkan paket sembako tersebut. Mereka adalah Perumda Pasar Jaya, PT Food Station, dan PT Trimedia Imaji Rekso Abadi.”

Dari ketiga rekanan tersebut, Perumda Pasar Jaya mendapat porsi terbesar dengan nilai total Rp2,85 triliun. Singkat cerita, ia mendatangi lokasi gedung penyimpanan beras bansos tersebut.

Baca Juga: Pada Saat Ditanya JPU ‘Kenapa PC Dibiarkan Berdua dengan Brigadir J’, FS Langsung Naik Pitam dan Bilang Begini

Sesampainya di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur, Rudi menemukan beras bansos milik DKI yang sudah rusak atau membusuk, ia menyebut beras itu bahkan tidak layak untuk hewan.

“Gue berhasil masuk kedalam gudang penyimpanan beras bansos untuk melihat kondisi beras milik warga DKI yang menurut info hanya di gudang ini aja sebanyak 1000 ton beras dalam bentuk paketan 5 kg. Ada tukang yg bekerja ditugasi melakukan Mission Impossible menyortir beras-beras busuk,” tuturnya.

Ia melanjutkan, “Untuk memastikan lagi bentuk beras ini maka gue foto di telapak tangan langsung supaya gak ngeles aja dan bisa menyentuh langsung bagaimana rusaknya beras-beras ini serasa tepung hancur ditangan.”

Rudi sendiri mengaku heran karena beras-beras tersebut seharusnya sudah disalurkan kepada warga DKI Jakarta pada 2020-2021, tapi hingga sekarang justru ditumpuk di gudang yang konon disewa oleh Pasar Jaya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover