Partainya Haji Giring Ngebet Minta Kasus Dugaan Korupsi Bansos Era Anies Segera Digarap: Jangan Sampai...

Partainya Haji Giring Ngebet Minta Kasus Dugaan Korupsi Bansos Era Anies Segera Digarap: Jangan Sampai... Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan korupsi bantuan sosial Covid-19 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2020 saat di bawah kepemimpinan eks Gubernur Anies Baswedan.

Juru Bicara PSI, Ariyo Bimmo berpendapat, pelaku tindak korupsi yang dilakukan pada masa pandemi semestinya dihukum lebih berat daripada pada masa-masa normal.

"Korupsi saja sudah merupakan kejahatan luar biasa. Korupsi masa pandemi itu super luar biasa. Kalau KPK lambat menangani, kami berharap Kejaksaan atau Kepolisan lebih gerak cepat," ucap Bimmo dalam keterangannya, dikutip Senin (16/1/2023).

Baca Juga: Denny Siregar Semprot Anies Kritik Proyek IKN, Eh Warganet Nyeletuk ‘Bacotmu Cuma Mancing Emosi Orang’

Bimmo menilai dugaan korupsi bansos yang sudah mengemuka di masyarakat ini akan akan lenyap begitu saja apabila terlalu lama dibiarkan dan tidak segera dilakukan penyelidikan. Begitu juga dengan sejumlah barang bukti yang telah ditemukan.

"Akhirnya kasus ini akan mengendap secara alamiah. Padahal, ada komponen masyarakat yang sudah sangat berani mengungkap dugaan korupsi ini ke publik," ujarnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Jadi Anggota Dewan Pengarah Universitas Oxford, Musni Umar Langsung Sesumbar: Mas Anies Memang Pilihan Terbaik di 2024!

Bimmo berharap, dukungan masyarakat untuk menguak kasus ini juga terus mengalir. Ia menyarankan, masyarakat yang terdampak harus mulai menyusun gugatan perdata atas kerugian yang dialami. 

"Selama ini belum berhasil karena ada celah di hukum acara kita. Memang sudah saatnya KUHAP juga ditinjau kembali," tuturnya.

Bimmo mengatakan, masyarakat yang terdampak pandemi harusnya mendapatkan ganti kerugian sebagai pihak yang terdampak kasus korupsi. 

"Ini sebagai pemulihan dan perlindungan terhadap hak korban korupsi. Selama ini kita terlalu fokus pada penghukuman pelaku. Sedangkan hak korban terabaikan," tukasnya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover