Perluas Jaringan, Relawan Ganjar Gelar Sosialisasi Keselamatan Berkendara ke Sopir Truk

Perluas Jaringan, Relawan Ganjar Gelar Sosialisasi Keselamatan Berkendara ke Sopir Truk Kredit Foto: Istimewa

Relawan Ganjar Pranowo yang terdiri dari para sopir truk menggelar konsolidasi jelang Pemilu 2024. Konsolidasi itu bertujuan untuk memperluas jaringan relawan Ganjar.

Adapun konsolidasi tersebut dibalut dengan kegiatan sosialisasi keselamatan berkendara terhadap para sopir truk di Jalan M. Toha, Desa Kasutri, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (18/1/2023).

Koordinator Sopir Truk Jawa Barat Willy Sadli mengatakan, budaya tertib berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini untuk membangun budaya bertransportasi dengan selamat di kalangan para sopir truk.\

Baca Juga: Guntur Dukung Ganjar Ketimbang Puan, PDIP: Keputusan Tetap Berada di Tangan Ibu Mega

"Safety driving merupakan suatu upaya yang harus ditingkatkan kesadarannya oleh para pengemudi truk. Tata tertib dalam berlalu lintas harus menjadi budaya yang melekat dalam diri para sopir truk," kata Willy dalam keterangannya.

Menurut dia, kegiatan tersebut penting dilakukan untuk menanamkan pengetahuan dan menumbuhkan perilaku tertib berlalu lintas. Ada harapan para sopir truk memahami tata cara berlalu lintas dengan baik, mengenal kondisi kendaraan dan tubuhnya, sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan di masa datang.

"Ada tiga faktor yang menjadi penyebab kecelakaan yaitu faktor manusia, kendaraan dan lingkungan. Faktor penyebab kecelakaan tertinggi adalah manusia yang disebabkan kecerobohan pengguna jalan, kurangnya pemahaman pengguna jalan terhadap teknik berkendara, etika berlalu lintas, pengecekan kendaraan dan minimnya kesadaran sopir terhadap keselamatan berlalu lintas," jelas Willy.

Baca Juga: Ngotot Jadi Presiden, Tapi Jateng Jadi Provinsi Termiskin di Indonesia, Pie Toh Den Ganjar?

Dia menjelaskan, menurut data Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), hampir 90i total kecelakaan truk/bus akibat rem blong di jalanan menurun. Willy menyebut data tersebut harus menjadi perhatian serius dari para sopir truk.

"Memang kecelakaan yang paling banyak terjadi oleh truk ini disebabkan oleh rem blong. Kami menghimbau agar para sopir truk ini terus memeriksa kendaraan secara berkala dan juga jangan melebihi kapasitas muatan di dalam truk tersebut," lanjut dia.

Hal senada diungkapkan oleh narasumber kegiatan sosialisasi tersebut, Jamal. Menurut Jamal, ada sejumlah catatan yang harus diperhatikan oleh para sopir truk sebelum berkendara.

Baca Juga: Resmi Jadi Kader, Ridwan Kamil Langsung Dapat Jabatan Waketum Golkar

"Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh para sopir sebelum berangkat, seperti mengecek kondisi kendaraan, mengecek kondisi pengereman dan kondisi diri sendiri, seperti menjaga kesehatan dan apabila ngantuk harus istirahat. Serta harus mematuhi rambu lalu lintas. Selain itu, kami menghimbau kepada oara sopir truk untuk tidak melebihi muatan karena akan berpengaruh terhadap kondisi pengereman dan kondisi bannya," kata Jamal.

Selain sosialisasi kepatuhan berkendara, Komunitas Truk Jawa Barat juga membagikan sembako kepada sejumlah peserta yang terdiri dari anggota keluarga para sopir truk dan montir.

Terkait

Terpopuler

Terkini