Blak-blakan! Bongkar ‘Gerakan Bawah Tanah’, Mahfud MD: Ada yang Memesan Putusan Ferdy Sambo..

Blak-blakan! Bongkar ‘Gerakan Bawah Tanah’, Mahfud MD: Ada yang Memesan Putusan Ferdy Sambo.. Kredit Foto: Viva

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengungkap soal adanya ‘gerakan bawah tanah’ yang meminta atau memesan putusan kepada Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Menurutnya, ada pihak yang ingin memengaruhi vonis untuk Ferdy Sambo, baik yang meminta dengan angka seperti penjara maksimal 20 tahun, maupun dengan huruf seperti hukuman mati atau penjara seumur hidup, bahkan ada yang meminta dibebaskan.

Baca Juga: Suka Maksa Buat Sedekah, Yusuf Mansur: Orang Kalau Dipaksa Sedekah Dapetnya ‘Jedarrr’, Kalau Enggak Dipaksa Keluarnya Receh!

“Saya sudah mendengar ada gerakan-gerakan yang minta, memesan, putusan Sambo itu dengan huruf, ada juga yang meminta dengan angka,” ungkap Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam pada Kamis (19/1/2023).

Mahfud MD melanjutkan, “Ada yang bergerilya, ada yang ingin Sambo dibebaskan, ada yang ingin Sambo dihukum, kan begitu.”

Oleh karena itu, Mahfud meminta kepada pihak-pihak yang mengetahui soal ‘gerakan bawah tanah’ itu untuk melapor kepadanya.

Ia menyampaikan, “Ada yang bilang soal Brigjen mendekati A dan B, Brigjennya siapa saya suruh sebut ke saya, nanti saya punya Mayjen banyak kok. Kalau Anda punya Mayjen yang mau menekan pengadilan atau kejaksaan, di sini saya punya Letjen. Jadi pokoknya independen saja.”

Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Buat Program DP Nol Rupiah, Anies Siap-siap Keseret!

Meski begitu, Mahfud MD menjamin kalau Kejaksaan bersifat independen dalam mengambil keputusan soal hukuman Ferdy Sambo dan tidak akan berpengaruh dengan gerakan-gerakan seperti itu.

“Saya pastikan Kejaksaan independen, tidak akan terpengaruh dengan gerakan-gerakan bawah tanah itu,” pungkasnya.

Sementara itu, sebagai informasi, Ferdy Sambo sendiri telah dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pidana penjara seumur hidup akibat keterlibatannya dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Namun, tuntutan tersebut masih menimbulkan pro dan kontra karena banyak yang berharap eks Kadiv Propam itu akan diberi hukuman mati agar bisa memberikan keadilan kepada keluarga korban.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover