NasDem Terkesan Jauhkan Anies dari Kubu Habib Rizieq, Aktivis: Tak Elok, Jangan Terjebak Polarisasi

NasDem Terkesan Jauhkan Anies dari Kubu Habib Rizieq, Aktivis: Tak Elok, Jangan Terjebak Polarisasi Kredit Foto: YouTube/ Islamic Brotherhood Television | IBTV

Pengamat Politik Faizal Assegaf menyorot tajam manuver dari Partai NasDem menjelang Pilpres 2024. Salah satunya, NasDem terkesan menjauhkan kelompok Islam seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI) dari Anies Baswedan.

Faizal mengaku geram dengan manuver politik partai besutan Surya Paloh tersebut. Padahal menurutnya, kedua kelompok Islam tersebut sangat berpengaruh terhadap popularitas Anies Baswedan.

Dia mengatakan NasDem boleh saja mengejar tokoh Islam seperti Khofifah Indar Parawansa namun tak boleh menciptakan sekat, tak boleh ambigu.

Baca Juga: Momen Langka! Ade Armando Bela Anies Baswedan Gegara Dianggap Pengkhianat Negara

"Nasdem mesra ke Khofifah, benci pada FPI & HTI. Pendekatan politik gituan gak elok. Terkesan mengejar target suara umat Islam dengan memposisikan kelompok kritis sebagai musuh & intoleran. Beda dengan Demokrat yang konsisten merangkul umat Islam tanpa membenci HTI & FPI. Sikap Nasdem ambigu," tulis Faizal Assegaf melalui akun twitternya, @faizalassegaf.

Menurut Faizal, manuver Nasdem menegaskan kebencian pada HTI dan FPI tanpa argumentasi yang sehat, merusak citra mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal condong merangkul semua kalangan.

"Mestinya, Nasdem sebagai parpol yang mengusung restorasi, tidak terjebak dalam polarisasi politik atas tafsir kepentingan kekuasaan yang pro liberalisme," ucapnya dikutip Rabu (25/1/2023).

Baca Juga: Kinerja Anies Baswedan di Jakarta Dianggap Gagal Total, Ruhut Sitompul: Makin Terbuka Siapa Dia!

"Nasdem harusnya menyadari peran HTI & FPI sangat besar dalam gerakan politik damai 212 dalam mengusung Anies di pentas politik nasional. Kedua elemen tersebut sukses menyatukan suara umat Islam yang terzalimi dalam demokrasi liberal. Fakta historis tersebut jangan diabaikan begitu saja," tutup Faizal Assegaf melalui utasnya di twitter.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali menerangkan alasan Khofifah dinilai pihaknya cocok menjadi pendamping Anies. Ini karena orang nomor satu di Jawa Timur tersebut memiliki basis massa yang cukup besar.

Baca Juga: Gibran Rakabuming Tak Terlalu Berambisi Jadi Cagub DKI dan Jawa Tengah: Saya Tidak Ngotot!

"Jadi Ibu Khofifah menjadi salah satu figur yang orang perhitungkan pastilah. Sebagai Gubernur Jawa Timur pasti punya basis massa," terang Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali kepada wartawan, Selasa (24/1).

Walau begitu, Ali menegaskan bahwa partainya tetap mengutamakan pembicaraan terkait kriteria yang tepat sebagai cawapres Anies, bukan hanya membicarakan sosok atau nama-nama tertentu. Pembahasan ini akan dilakukan jika Koalisi Perubahan bersama Demokrat dan PKS bisa terwujud.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Warta Ekonomi.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover