Sepak Terjang Prabowo, Dari Rival Berat Jokowi hingga Jadi Menhan dan Rebut Hati Para Jokowers

Sepak Terjang Prabowo, Dari Rival Berat Jokowi hingga Jadi Menhan dan Rebut Hati Para Jokowers Kredit Foto: GenPI

Baru-baru ini, nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto tengah menjadi sorotan karena baru saja menegur anak buahnya sendiri di Partai yang dipimpinnya, Gerindra, yakni Fadli Zon. Prabowo menegur Fadli yang terus menerus melayangkan kritik kepada Pesiden Joko Widodo (Jokowi) yang kini berstatus sebagai atasannya.

Banyak pula pihak yang selama ini secara tak langsung menyarankan agar Prabowo bertindak tegas terhadap Fadli yang acapkali berseberangan dengan pemerintah karena dikhawatirkan berpotensi merusak hubungan baik Prabowo dengan pihak pemerintah, terlebih kini dirinya merupakan bagian dari kabinet Jokowi. Prabowo yang selama ini terkesan membiarkan akhirnya buka suara terhadap kritikan Fadli untuk pertama kalinya.

Seperti diketahui, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat dilanda banjir berkepanjangan yang sudah tiga minggu tak kunjung surut. Peristiwa tersebut memantik kritik dari sejumlah pihak terhadap pemerintah, salah satunya adalah Fadli Zon. Fadli melayangkan kritiknya tak lama usai Jokowi dikabarkan tengah menjajal aspal Sirkuit Mandalika yang baru saja rampung dibangun. Ia menyindir agar Jokowi mengunjungi Sintang alih-alih hanya sibuk menunggangi kuda besi di calon lintasan ajang WSBK tersebut.

“Luar biasa Pak. Selamat peresmian Sirkuit Mandalika. Tinggal kapan ke Sintang, sudah tiga minggu banjir belum surut,” sindir Fadli terhadap Jokowi dalam cuitannya di Twitter, dikutip Senin (15/11/2021).

Sontak banyak kritik balik yang ditujukan kepada Fadli usai menyentil pemerintahan, karena memang Fadli tak hanya sekali ini saja melayangkan pendapat kontra pemerintah, melainkan berulang kali. Hingga akhirnya, Prabowo beserta pihak Gerindra turun tangan untuk langsung menegur kebiasaan Fadli tersebut.

Hal ini seperti dikonfirmasi oleh Jubir Gerindra Habiburokhman yang mengamini teguran Prabowo tersebut. Ia menyampaikan bahwa teguran Prabowo tersebut disampaikan langsung kepada Fadli lewat Sekretaris Jenderal Gerindra. Adapun dirinya tidak memaparkan gamblang isi dari teguran Prabowo, ia hanya menyebut teguran tersebut bersifat lisan saja.

"Teguran dari Pak Prabowo melalui Pak Sekjen. Lisan saja," ungkapnya.

Ia juga menyatakan bahwa pernyataan Fadli sama sekali tidak berhubungan apalagi mewakili Gerindra, melainkan hanyalah pendapat pribadi Fadli saja.

"Soal tweet Pak Fadli Zon soal Sintang, kami perlu meluruskan jika statement tersebut tidak mewakili fraksi ataupun partai," pungkasnya.

Baca Juga: Nggak Main-main, Ternyata Prabowo yang Turun Langsung Tegur Fadli Zon Usai Serang Jokowi

Teguran Prabowo terhadap Fadli tersebut menunjukkan bentuk wujud hubungan dirinya dengan pihak pemerintah, khususnya Presiden Jokowi, yang kini dinilai banyak pihak semakin harmonis. Hubungan Prabowo dan Jokowi memang tampaknya semakin dekat sejak dirinya diangkat menjadi Menteri Pertahanan pada kabinet periode kedua kepresidenan Jokowi.

Keputusan Prabowo untuk bergandengan tangan dengan Jokowi tersebut memang menjadi hal yang cukup unik dan menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, Prabowo merupakan 'musuh bebuyutan' Jokowi dalam dua periode kontestasi Pilpres (2014 dan 2019), dan dua kali pula ditumbangkan olehnya. Prabowo juga sempat cukup lama menempatkan dirinya sebagai pihak oposisi pemerintah pada periode pertama pemerintaha Jokowi.

Terlebih, pada pertarungannya yang kedua di 2019 jauh lebih panas dibandingkan 2014, saat itu bahkan sampai terjadi polarisasi di tengah masyarakat antara pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo. Semua tahu bahwa pertarungan Jokowi dan Prabowo pada 2019 merupakan yang terpanas sepanjang sejarah Pilpres di Indonesia.

Keterbukaan Prabowo untuk bersedia membantu pemerintahan Jokowi lah yang dinilai banyak pihak sebagai titik awal keharmonisan Hubungan Jokowi-Prabowo hingga kini. Berulang kali masyarakat diperlihatkan kemesraan keduanya dalam sejumlah kesempatan yang menunjukkan kerja sama apik dan saling bela satu sama lain. Terbukti, banyak pihak yang menilai kinerja Prabowo semasa jadi Menhan pun cukup baik, terlepas dari banyak pula pihak yang mengkritiknya.

Prabowo bahkan sempat mengakui bahwa alasannya menerima tawaran Jokowi untuk mengisi kursi Menhan dan berkoalisi dengan Jokowi adalah didasari pada pengabdian kepada Indonesia. Ia pun menilai, bahwa Jokowi adalah sosok yang mengabdi kepada negaranya, maka tak ada alasan untuk tidak bersatu dan saling mendukung, meskipun dirinya harus berstatus sebagai pembantu Jokowi, bukan sebagai presiden.

"Beliau (Jokowi) ingin jadi presiden itu kan untuk mengabdi untuk Indonesia. Saya juga mau berbakti untuk Indonesia, Kalau sama-sama mau mengabdi untuk Indonesia kenapa harus melawan kan lebih baik dua-duanya kerja sama untuk Indonesia, untuk Merah Putih," ujarnya seperti pernah diungkapkannya dalam podcast Deddy Corbuzier, dikutip Senin (15/11/2021).

Beberapa kali Prabowo dan Jokowi tampak kompak dalam sejumlah program kerja mereka, mulai dari yang berhubungan dengan program Kemenhan, seperti saat dirinya dan Jokowi meresmikan pendirian Komponen Cadangan (Komcad) TNI. Keduanya tampak berdiri beriringan di atas sebuah mobil Jeep saat menghadiri upacara penetapan Komcad Tahun Anggaran 2021 di Pusdikpassus, Batujajar.

Tak hanya itu, Prabowo juga sempat beberapa kali terlihat mendampingi Jokowi dalam sejumlah kunjungan kerja (kunker), seperti saat meresmikan RS LB Moerdani yang dibangun Kemenhan di Merauke, Papua untuk penanganan Covid-19. Kemudian Prabowo juga sempat mendampingi Jokowi untuk kunker ke Kalimantan Tengah untuk mengecek perkembangan vaksinasi, meresmikan Jalan Tol Balikpapan-Samboja, menghadiri pameran alutsista di depan Istana Merdeka, meninjau terusan buatan untuk akses menuju Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur, dan lain-lain.

Prabowo sendiri juga sempat membagikan potret momen-momen tersebut di akun Instagram pribadinya, seperti saat ia saling menyampaikan pose hormat saat kunker keduanya di Merauke, lalu saat menaiki Jeep bersama saat penetapan Komcad, hingga yang terbaru adalah saat keduanya meresmkian Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam di Lapangan Bela Negara Kemenhan. Sempat beredar pula foto keduanya terlihat sangat akrab tertawa bersama, dimana Jokowi mengacungkan jempol terhadap Prabowo.

Baca Juga: Jokowi: Jempol Buat Pak Prabowo!

Ketua Umum Gerindra tersebut juga bahkan acapkali melontarkan pujiannya terhadap Jokowi dan menyatakan kekagumannya terhadap sang Presiden. Ia menyatakan kagum dan mengakui efektivitas kepemimpinan Jokowi dan kecemerlangannya dalam mengambil keputusan. Ia juga membela Jokowi yang kerap dikritik sejumlah pihak agar tetap fokus dan meyakinkan bahwa pemerintah berada di jalan yang tepat.

"Kepemimpinan pak Jokowi efektif, Pak. Saya mengakui itu dan saya hormat ke Bapak. Saya lihat. Saya saksi. Saya ikut di kabinet. Kepemimpinan dan keputusan bapak cocok untuk rakyat kita. Tim kita di kabinet cukup kompak dan kita tujuannya baik. Jadi mohon bapak jangan ragu-ragu. We are on the right track," ungkap Prabowo dalam salah satu pujiannya terhadap Jokowi terkait penanganan Covid-19.

"Ini saya sampaikan benar-benar apresiasi pada Presiden Jokowi. Dulu dalam pertandingan saya give up. Sekarang saya bagian dari Jokowi. Keputusan beliau ini banyak cepat. Saya akui. Bukan molor. Beliau yang mengajukan Komcad. Beliau yang ngasih anggaran pertahanan terbesar mungkin setelah Bung Karno," katanya dalam kesempatan lain, memuji kinerja Jokowi di bidang pertahanan negara.

Banyak pengamat yang menilai bahwa kemesraan Jokowi-Prabowo saat ini terbukti dari bagaimana Jokowi yang terlihat selalu mendukung dan puas terhadap kinerja Prabowo sebagai Menhan. Sementara di saat yang sama Prabowo tampak begitu hormat terhadap Jokowi selaku pimpinan, ia juga tetap membuktikan kinerjanya sebagai Menhan yang tampak totalitas. Terbukti, banyak kebijakan-kebijakan progresif yang dilakukan Menhan beberapa waktu belakangan dalam meningkatkan kualitas militer Nasional.

"Jokowi terlihat nyaman dan mengandalkan Prabowo di beberapa kesempatan. Prabowo pun terlihat sangat menghormati Jokowi selaku pimpinannya," ujar pengamat politik Adi Prayitno.

Baca Juga: Pak Jokowi Memang TOP, Prabowo pun Mengakuinya

Pendukung Jokowi sejak Pilpres 2014 pun kini banyak yang turut bersimpati kepada Prabowo dan beberapa kali bahkan kerap menyampaikan pujian terhadapnya. Terlihat jelas sebagian besar mereka kini sudah tak ada lagi yang mencibir Prabowo layaknya tahun-tahun sebelumnya saat Prabowo masih menjadi lawan politik Jokowi. Mereka tampak dibuat jatuh hati oleh kedekatan Prabowo dengan Jokowi akhir-akhir ini.

Pegiat media sosial, Permadi Arya, atau yang akrab disapa Abu Janda, yang juga terindikasi sebagai pendukung keras Jokowi, bahkan pernah mengungkapkan terima kasih terhadap Prabowo karena kinerjanya sebagai Menhan. Ia menilai bahwa di tangan Prabowo, militer Indonesia saat ini menjadi salah satu yang disegani di Asia.

Selain itu, sejumlah relawan Jokowi pun bahkan sampai mendukung agar Jokowi dapat menjabat untuk periode ketiganya berpasangan dengan Prabowo. Mereka adalah pihak Jokowi Pro (Jokpro) yang kemudian berubah nama menjadi Komunitas Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024 yang kini tengah gencar memperluas dukungan dan deklarasi di sejumlah wilayah. Meskipun, banyak pihak yang menolak terjadinya hal tersebut karena dinilai melanggar konstitusi yang menetapkan bahwa jabatan presiden maksimal dua periode.

Baru-baru ini, Prabowo bahkan disebut berhasil merebut hati para pendukung Jokowi untuk mendukungnya maju dalam Pilpres 2024, di samping adanya capres lain seperti Ganjar Pranowo yang juga didukung oleh para pendukung Jokowi. Hal ini, menurut Peneliti Seniot Indonesia Survey Center, Chairul Ansari, dibuktikan oleh tingginya tingkat elektabilitas Prabowo yang mencapai 22,7%.

Uniknya, 10,9i mereka merupakan pemilih pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin yang jadi rival pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. 

"Yang cukup mengejutkan dalam survei ini adalah bahwa para pemilih Jokowi 2019 ternyata mulai jatuh hati pada Prabowo yang pernah menjadi rival politik Jokowi pada Pemili 2014 dan 2019," ungkapnya dalam rilis 'Temuan Survey Nasional: Elektabilitas Tokoh Menuju Pemilu 2024', Minggu (14/11/2021).

"Para pemilih Jokowi di 2019 itu mulai jatuh hati, keliatan mulai memberikan simpati kepada Prabowo Subianto. DI sini dilihat ada 10,9% para pemilih Jokowi memilih Prabowo Subianto untuk menjadi calon presidennya di 2024," jelasnya.

Menurutnya, respon positif terhadap Prabowo ini dibuktikan dengan dengan tingkat likeabilitas (kesukaan) Prabowo yang mencapai urutan puncak sebesar 80,2%, tertinggi dibandingkan nama-nama lainnya. Ia berpendapat bahwa hal ini tak lepas dari sikap Prabowo mengesampingkan rivalitas politik dan mencairkan bipolaritas politik 2014 dan 2019 untuk bekerja sama dengan Jokowi.

Sikap negarawan, demokrat, dan patriotik Prabowo yang menerima permintaan Jokowi untuk ikut mengabdi pada negara dengan menduduki posisi sebagai Menhan inilah yang menurutnya menuai apresiasi dari banyak pihak, khususnya para pendukung Jokowi. Terlebih, Prabowo saat ini tampak mesra dan mampu berkolaborasi dengan apik dalam mengelola pemerintahan sehingga respek dari para pendukung Jokowi terhadap Prabowo pun membesar.

"Sikap demokratik Prabowo ini pantas saja memeroleh dukungan dari pendukung Jokowi. Yang sangat terlihat adalah kedekatan antara keduanya dalam berbagai kesempatan urusan pemerintahan dan dukungan Jokowi para program-program Hankam dari Kemhan menunjukkan mesranya kedua pemimpin ini," tutur Ansari.

Seperti diketahui, Prabowo merupakan satu dari sejumlah sosok bakal capres yang sejauh ini selalu menduduki peringkat teratas dalam sejumlah survey tingkat elektabilitas Capres 2024. Ia acapkali berada dalam tiga besar teratas bersaing dengan bakal capres lainnya seperti Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Baca Juga: Ngebet Jodohin Jokowi-Prabowo, Alasan Jokpro Terkuak Seterang-terangnya, Ternyata Demi..

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini