Loyalis Anies Baswedan, Musni Umar kesal setengah mati Wakil Ketua DPP Golkar Erwin Aksa yang baru-baru ini menyebut Anies Baswedan berutang Rp50 miliar ke Sandiaga Uno. Utang itu disebut dipakai untuk ongkos kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.
Musni Umar yang juga eks Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta itu menuding Erwin Aksa tengah memainkan politik adu domba, kata dia praktik politik model begini sama sekali tak sehat karena rawan e memecah belah masyarakat.
“Lakukan politik merangkul. Jangan melakukan politik adu domba dan politik pecah belah,”kata Musni Umar dalam sebuah cuitan di akun twitternya dilansir Selasa (7/2/2023).
Bagi Musni Umar menyerang lawan politik dengan membuka aib atau menjelek-jelekan lawan politik adalah praktik politik yang tak layak ditiru. Dengan mengatakan Anies Baswedan berhutang Rp50 M ke Sandiaga Uno, Erwin Aksa kata Musni sedang berupaya menghancurkan nama baik Anies.
“Saya menolak keras menjelekkan siapapun apalagi membuka aib. Janganlah karena kamu mendukung seseorang lalu kamu mengobarkan permusuhan dengan pihak lain,” ujarnya.
Selain Musni Umar, Faizal Assegaf beberapa waktu lalu juga menegaskan agar Erwin Aksa tidak menuding tanpa data. Ia bahkan menantang politisi asal Makassar itu membeberkan bukti tudingannya ke publik.
Tidak hanya Erwin Aksa, ia juga meminta minta agar Akbar Faizal sebagai fasilitator Erwin Aksa menghembuskan isu itu ke publik, agar turut meminta maaf.
Diketahui sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Golkar Erwin Aksa melalui kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored yang diunggah pada Sabtu (4/2) membeberkan soal utang Anies.
Ia menuturkan, transaksi utang Rp50 miliar itu dilakukan saat Anies dan Sandi berpasangan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada 2017 silam.
Baca Juga: Noel Blak-blakan Soal Pembubaran GP Mania, Alasannya Nggak Disangka-sangka, Ternyata Oh… Ternyata