Politikus PDIP Ruhut Sitompul naik pitam saat Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Erwin Aksa dituding berbohong soal utang piutang Anies Baswedan sebesar Rp50 miliar kepada Sandiaga Uno.
Ruhut menegaskan bahwa Erwin Aksa adalah keponakan kandung Mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK) yang membesarkan Anies Baswedan.
"Erwin Aksa berbohong ?, dasar kadrun pe’ak urat malunya sudah putus ha ha ha ingat Erwin Aksa keponakan kandung Jusuf Kalla JK sedangkan ga’benar yg besarkan/orbitkan JK mengaku saja lah kalian muka badak yg tdk ada otak MERDEKA," ujar Ruhut Sitompul dikutip dari akun Twitternya, Rabu (8/2/2023).
Erwin Aksa berbohong ?, dasar ????kadrun pe’ak urat malunya sudah putus ha ha ha ingat Erwin Aksa keponakan kandung Jusuf Kalla JK sedangkan ga’benar yg besarkan/orbitkan JK mengaku saja lah kalian muka badak yg tdk ada otak MERDEKA????????????????????. pic.twitter.com/28G4uvRmUO
— Ruhut Sitompul (@ruhutsitompul) February 8, 2023
Sebelumnya, Tim Capres Anies Baswedan, Sudirman Said mengakui ada perjanjian antara Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat Pilgub DKI 2017 silam. Perjanjian itu menyangkut utang piutang dan beban logistik Pilgub DKI.
Namun, Sudirman mengatakan utang tersebut bisa dianggap lunas apabila pasangan Anies-Sandiaga menang Pilgub DKI. Sehingga, dia menilai perjanjian tersebut sudah tidak berlaku lagi.
Baca Juga: PDIP Nggak Bakal Usung Capres Antitesis Jokowi, Kode Buat Ganjar Pranowo?
"Tapi perjanjian di kata kalau pilkadanya menang utang-piutang selesai dan dianggap sebagai perjuangan bersama," kata Sudirman Said saat dikonfirmasi, Senin (30/1).
Sudirman juga mengaku tidak pernah mendengar perjanjian Prabowo dan Anies menyangkut Pilpres. Dia tahu betul karena ikut berdiskusi dengan Anies dan Sandiaga.
"Mengenai perjanjian pilpres tidak pernah mendengar itu," tegas dia.
Meski membantah soal perjanjian utang, namun Sudirman menyebut pernah diminta Prabowo untuk menanyakan kesediaan Anies menjadi cawapresnya pada 2019 lalu. Akan tetapi, Anies menolak tawaran Prabowo tersebut.
"Berkali-kali saya diskusi jawaban beliau saya akan fokus mengurus Jakarta," ujar Sudirman.
Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Warta Ekonomi.