FPI dan HTI Korban Pemerintahan Jokowi? Refly Harun: Gak Ada Salah Apa-apa Kok Dibubarin…

FPI dan HTI Korban Pemerintahan Jokowi? Refly Harun: Gak Ada Salah Apa-apa Kok Dibubarin… Kredit Foto: Instagram/Refly Harun

Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menanggapi pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie yang menyebutkan jika mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenangi Pilpres 2024, maka Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bakal melakukan aksi besar-besaran.

Refly menilai sepertinya Grace belum merasakan berada didekat kedua ormas tersebut, maka kader PSI itu bisa mengatakan hal tersebut. 

 Ia mengaku sering bertemu dengan FPI dan HTI namun tak merasakan berbahaya ketika didekatnya.

“Malah kalau mau jujur ya, sejuk-sejuk aja tuh saya di dekat mereka. Mereka orang yang suka nolong dan itu yang barang kali belum dirasakan orang seperti Grace Natalie,” tutur Refly dilansir dari Youtube pribadinya pada Selasa (7/2/2023).

Menurut Refly, kedua ormas yang dilarang pemerintah itu merupakan korban dari politik otoriter Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“FPI dan HTI justru jadi korban politik otoriter pemerintahan presiden Jokowi. Tidak ada kesalahan apa-apa kok dibubarkan. Bagaimana mungkin?,” tutur Refly.

Refly menilai seharusnya sosok yang tidak mempunyai kesalahan tak dihukum.

Baca Juga: Anies Jadi Presiden, Anak Buah Prabowo Cemas: Jadi Capres Saja Khawatir…

“Saya selalu akan membela orang yang dihukum tidak dengan aliran politiknya, apapun karena kita tidak boleh menghukum orang,” katanya.

“Sebaliknya, kita adil juga tidak boleh menghukum orang yang tidak punya kesalahan walaupun aliran politiknya kita setujui,” ujar Refly Harun.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover