Noel menjelaskan, “Jadi kita berharap narasi-narasi yang dibangun seakan-akan dia sosok pengganti Jokowi, jauh sekali. Presiden Jokowi itu pemimpin yang benar-benar hadir di tengah rakyat, bukan dasar kepalsuan tapi dasar oleh sebuah kejujuran dengan hasil apa yang dia kerjakan.”
Ia kemudian memberikan contoh sederhana dan bahkan seolah menyebut bahwa Ganjar menyampaikan sesuatu bukan sebagai pemimpin seperti Jokowi, tapi YouTuber.
“Misalnya contoh sederhana, ketika itu menjadi narasi yang selalu digaungkan oleh kelompok yang beda pandangan dengan Presiden Jokowi ketika Presiden Jokowi masuk ke gorong-gorong buat melihat situasi,” pungkasnya.
Noel melanjutkan, “Nah kalau Ganjar kan tidak, dia menarasikan seakan-akan dia bekerja dan berpihak. Nah semua itu kita bisa sanggah dengan bahasa-bahasa politiknya. Kalau Pak Jokowi menyampaikan sesuatu karena hasil kerjanya, kalau (Ganjar) ini bahasa sebagai bukan pemimpin, tapi YouTuber.”