Puan Hanya Jadi ‘Ganjalan’ Bagi PDIP

Puan Hanya Jadi ‘Ganjalan’ Bagi PDIP Kredit Foto: YouTube UBK

Ketua DPR Puan Maharani dinilai akan menjadi batu sandungan PDI Perjuangan jika dipaksa maju di Pilpres 2024. Puan tidak mempunyai cukup suara bahkan potensi melemahkan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, apabila PDIP mengusung keduanya sebagai capres-cawapres tanpa berkoalisi dan pertimbangan dari figure eksternal.

Analisis politik Saiful Mujani menyebutkan, PDIP akan gagal hattrick atau memenangi pemilu tiga kali berturut-turut jika mengusung kadernya sebagai capres-cawapres. Apalagi dengan memaksakan Puan sebagai capres atau cawapres.

“Jadi, kalau Puan nomor 1 (capres) jeblok banget begitu, ya. Dan Ganjar tidak bisa menolong itu,” ujar Saiful dalam program Bedah Politik bertajuk ‘Peluang Capres PDIP Tanpa Koalisi’ yang tayang di kanal Youtube SMRC TV, Kamis (9/2/2023).

Dalam asumsinya pada hasil riset SMRC, kata Saiful, dengan menyimulasikan Pilpres 2024 diikuti empat pasangan capres-cawapres, Skenario ini bisa terjadi jika PDIP selaku satu-satunya parpol yang memenuhi syarat untuk maju tanpa menggadeng koalisi.

Baca Juga: Mustahil Anies Bisa Bayar Utang Rp50 M, Anak Buah Prabowo: Mana Mungkin, Wong Gajinya…

Bedasarkan hasil simulasi, pasangan Puan-Ganjar akan mendapatkan dukungan 9,8 persen. Kalah dari pasangan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar (35,4 persen), dan Anies Baswedan-AHY (31,2 persen), tetapi unggul dari duet Airlangga Hartarto-Erick Thohir (6,0 persen).

“Kalau ini yang terjadi maka yang masuk ke putaran kedua adalah Anies dan Prabowo,” ujarnya.

Situasi serupa juga akan terjadi jika Puan digeser menjadi cawapres dengan Ganjar Pranowo selaku capres. Suaranya akan menjadi 21,6 persen, dan akan tetap kalah dari Prabowo-Muhaimin serta Anies-AHY.

Baca Juga: Tak Muncul Batang Hidungnya, Anies Sembunyi Seperti Orang Dikejar-kejar Utang

“Ketika dipasangkan dengan Puan nama Ganjar di bawah dua nama (Prabowo dan Anies) yang selama ini kompetitif,” katanya.

Dengan begitu, menurut Saiful hanya Ganjar jagoan PDIP yang mempunyai elektabilitas tinggi dan harus disandingkan dengna figure eksternal. Ia meyakini jika PDIP tak berkoalisi, tidak akan memenangi Pemilu.

“Bagi PDIP berkoalisi itu adalah sebuah kebutuhan politik yang tak bisa dihindarkan,” kata pendiri SMRC.

Lihat Sumber Artikel di Akurat Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Akurat.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover