Jubir Anies Baswedan, Sudirman Said blak-blakan mengakui bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berusaha menjegal Anies agar tidak maju Pilpres 2024 mendatang.
Penjegalan itu, menurutnya, dilakukan oleh KPK dengan cara men-tersangkakan Anies dalam kasus dugaan korupsi Formula E.
Ketua KPK Firli Bahuri disebut-sebut ngebet ingin menetapkan eks Gubernur DKI Jakarta itu sebagai tersangka, meskipun proses penyelidikan masih kekurangan bukti.
Oleh karena itu, menurut Sudirman, Partai NasDem segera mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres. Ia menyebut, Surya Paloh tidak mau KPK lebih dulu men-tersangkakan Anies.
"Pada akhir September terus-menerus muncul isu bahwa KPK akan memaksakan men-tersangkakan Anies. Karena itu, meskipun waktu itu Pak Surya dalam keadaan kurang sehat, beliau kembali ke Jakarta untuk mendorong supaya deklarasi segera dilakukan dan 3 Oktober itu menjadi tanggal penting konon KPK itu ingin memaksakan Pak Anies ditersangkakan," ujar Sudirman dikutip dari YouTube Karni Ilyas Club, Jumat (10/2/2023).
Mantan Menteri era Jokowi ini mengatakan, sebenarnya deklarasi Anies ingin dilakukan secara bersama-sama dengan PKS, NasDem, dan Demokrat.
Namun, kondisi mendesak KPK yang ingin men-tersangkakan Anies membuat Surya Paloh mengambil keputusan untuk lebih dulu mendeklarasikan.
Untuk diketahui, NasDem mendeklarasikan Anies pada 3 Oktober 2022. Deklarasi itu dilakukan di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat dengan dihadiri Surya Paloh dan para elite NasDem.
Baca Juga: Hasan Nasbi Yakin Anies Baswedan Gagal Nyapres: Demokrat-NasDem-PKS Takut Tanda Tangan Koalisi!
Selanjutnya, Partai Demokrat juga ikut mendeklarasikan Anies sebagai Capres pada 27 Januari 2023. Deklarasi disampaikan langsung Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melalui pers rilis.
PKS pun menyusul NasDem dan Demokrat untuk menyatakan dukungannya terhadap Anies Baswedan.