Sudirman Blak-blakan Rasakan Upaya Penjegalan Anies Baswedan: Intel Polisi Sampai Mengusirnya!

Sudirman Blak-blakan Rasakan Upaya Penjegalan Anies Baswedan: Intel Polisi Sampai Mengusirnya! Kredit Foto: ANTARA FOTO/Fauzan

Jubir Anies Baswedan, Sudirman Said blak-blakan mengakui pihaknya merasakan berbagai upaya penjegalan Anies Baswedan agar tidak maju Pilpres 2024 mendatang.

Menurut dia, upaya penjegalan pertama dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah itu berusaha menetapkan Anies sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Formula E.

Ketua KPK Firli Bahuri disebut-sebut ngebet ingin menetapkan eks Gubernur DKI Jakarta itu sebagai tersangka, meskipun proses penyelidikan masih kekurangan bukti.

Baca Juga: Sudirman Said: NasDem Buru-buru Deklarasikan Anies, Takut Keburu Ditetapkan Tersangka oleh KPK

"Pada akhir September terus-menerus muncul isu bahwa KPK akan memaksakan men-tersangkakan Anies," ujar Sudirman dikutip dari YouTube Karni Ilyas Club, Jumat (10/2/2023).

Selain itu, upaya penjegalan juga terasa saat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ingin mengumumkan dukungannya kepada Anies di Bandara Soekarno-Hatta pada Januari lalu.

Ketika itu, kata Sudirman, awalnya pengumuman PKS akan digelar secara sederhana dengan mengundang rekan media di Bandara. Namun, pihak otoritas Bandara Soekarno-Hatta melarang Koalisi Perubahan untuk menggelar konferensi pers.

Baca Juga: FPI Bantah Dukung Anies Baswedan sebagai Capres 2024, Mantu Rizieq Shihab: Kami Belum Keluarkan Fatwa!

"Rupanya pihak otoritas, ada petugas segala macam banyak sekali barangkali intel polisi segala macam sampai akhirnya kita nggak boleh (gelar konferensi pers), diusir. Akhirnya pindahlah ke restoran dekat Bandara," ceritanya.

"Saya boleh katakan, suasana adanya upaya-upaya untuk menghambat supaya koalisi tidak terbentuk dan supaya Anies itu tidak maju sangat terasa, sangat terasa. Dan, itu dialami oleh semua partai lah," papar Sudirman.

Dia mengaku heran mengapa pencapresan Anies selalu dijegal, padahal ini merupakan bagian daripada demokrasi. Sudirman pun berharap hal serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover