Sudirman Said Cium Adanya Upaya Penjegalan Anies Baswedan Lewat Isu Perjanjian Politik Sandiaga-Prabowo

Sudirman Said Cium Adanya Upaya Penjegalan Anies Baswedan Lewat Isu Perjanjian Politik Sandiaga-Prabowo Kredit Foto: ANTARA FOTO/Fauzan

Sudirman Said menduga mencuatnya isu perjanjian politik antara Anies Baswedan dengan Prabowo Subianto merupakan upaya penjegalan Anies untuk maju Pilpres 2024.

Adapun perjanjian politik yang dimaksud adalah Anies berjanji tidak akan maju Pilpres selama Prabowo masih ikut nyapres. Mulanya, perjanjian politik ini diungkap Sandiaga Uno.

Sudirman menduga, Sandiaga Uno sengaja memunculkan isu perjanjian politik tersebut untuk menggembosi lajut Anies di Pilpres mendatang. Pasalnya, Anies menjadi satu-satunya Capres yang sudah didukung tiga partai poltik, yakni NasDem, Demokrat, dan PKS.

Baca Juga: Kerap Dituduh Radikal, Anies Baswedan Tantang Lawan Politiknya Membuktikan: Jangan Saya yang Menjawab dong!

Dia mengaku bahwa selama mendampingi Anies sejak enam bulan lalu kerap merasakan situasi adanya upaya penjegalan terhadap eks Gubernur DKI Jakarta itu untuk maju menjadi Capres 2024.

"Saya khawatir, mudah-mudah tidak. Memang suasana dihambat, ada yang ingin menggagalkan terasa itu, saya berharap mudah-mudahan Pak Sandi tidak dalam konteks itu," ujar Sudirman dikutip dari YouTube Akbar Faizal Uncensored, Senin (13/2/2023).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, upaya-upaya penjegalan tidak dibenarkan dalam demokrasi. Menurutnya, Pemilu merupakan hak publik yang seharusnya dilakukan para politisi adalah berlomba-lomba melayani publik.

Baca Juga: Jubir Anies Baswedan Tantang Elite Gerindra Buka Dokumen Perjanjian Politik Anies-Prabowo ke Publik

Anies Dijegal

Sebelumnya, Sudirman Said mengungkap bahwa adanya upaya penjegalan terhadap pencapresan Anies Baswedan. Ia sendiri merasakan upaya tersebut.

Menurut dia, upaya penjegalan pertama dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah itu berusaha menetapkan Anies sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Formula E.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover