Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno blak-blakan soal besaran anggaran yang ia keluarkan untuk ongkos kampanye saat dirinya maju sebagai calon wakil gubernur pendamping Anies Baswedan pada Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.
Politisi Gerindra itu mengatakan secara keseluruhan dirinya mengeluarkan sekitar Rp300 miliar dalam hajatan tersebut, besaran dana yang disebutkan ini jelas jauh lebih besar dari total utang Anies Baswedan ke Sandiaga Uno sebesar Rp92 miliar yang juga disebut-sebut dipakai buat ongkos Pilkada DKI Jakarta.
“Aduh, hampir. Itu saya laporkan di LHKPN, angkanya saya lupa tapi hampir Rp300 Miliar,” kata Sandiaga Uno dalam sebuah wawancara dengan Refly Harun dilansir Populis.id Senin (13/2/2023).
Penggelontoran dana besar-besaran lanjut Sandiaga bukan hanya ia lakukan pada Pilkada DKI Jakarta, dana dengan nominal yang jauh lebih besar juga keluarkan untuk ongkos kampanye ketika dirinya maju menjadi calon wakil Presiden pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 lalu.
“Itu juga saya laporkan habis Rp600an miliar,” ujarnya.
Mendengar pernyataan tersebut, Refly Harun menyebut bahwa jika diakumulasikan berarti Rp1 Triliun. Refly juga menyebut bagi orang yang ingin nyapres dan ikut Pilgub DKI untuk tidak bermimpi jika tak memiliki dana sekian.
“Tetap bisa jadi kandidat. Saya aja terlalu naif dan sedikit bloon,” kata Sandiaga.
Lebih jauh kata mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ini, baginya tidak ada penyesalan sama sekali. Buatnya itu adalah bagian dari perjuangan dan pengorbanan.
“Dan memang kalau di politik itu kalau kita mau mandiri yah harus berani keluarkan uang sendiri,” tandasnya.