Berharap Koalisi Perubahan Gagal Terbentuk, Ferdinand: Bagi Saya Anies Ancaman Bersama HTI & FPI

Berharap Koalisi Perubahan Gagal Terbentuk, Ferdinand: Bagi Saya Anies Ancaman Bersama HTI & FPI Kredit Foto: Taufik Idharudin

Kader Partai Gerindra Ferdinand Hutahaean berharap Koalisi Perubahan yang mendukung Anies Baswedan sebagai Capres 2024 gagal terbentuk.

Menurut eks politisi Partai Demokrat ini, Anies adalah ancaman bagi negara sama seperti dua Ormas yang dilarang pemerintah yakni HTI dan FPI.

"Koalisi belum terbentuk dan saya harap tidak akan pernah terbentuk! Anies Baswedan bagi saya adalah ancaman bersama HTI dan FPI," ujar Ferdinand dikutip dari akun Twitternya, Rabu (15/2/2023).

Baca Juga: Selalu Utamakan Rasa Keadilan, Anies Baswedan Berpeluang Bangkitkan HTI & FPI Jika Jadi Presiden!

Diketahui, Anies Baswedan sudah memulai safari politiknya sebagai capres yang diusungoleh Partai NasDem. Meski begitu, safari politik Anies menghadapi berbagai kendala, termasuk soal pencabutan perizinan saat akan menggunakan tempat yang sudah dipesan sebelumnya.

Misalnya di Aceh, izin tempat penyelenggaraan acara dicabut oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Lalu di Riau, tempat penyelenggaraan acara terpaksa dipindahkan karena saat bersamaan akan digunakan pemerintah daerah. Menanggapi ini, relawan Indonesia Milenial (IM) Anies, Omar Hegaro heran Sebagai negara demokrasi, semestinya takada persoalan semacam ini.

Baca Juga: Ditanya Apakah akan Melanjutkan Program Kerja Jokowi, Anies Baswedan Malah Muter-muter Ungkit Masa Lalu!

“Kalau alibi larangan karena kampanye, kampanye apa? Belum ada aturannya dan belum masuk tahapan. Mas Anies keliling sama kayak pejabat lainnya juga berkeliling,” kata Oemar kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dikatakan, safari Anies di ber­bagai daerah tidak bisa dianggap sebelah mata oleh lawan politik. Sebab, sambutan masyarakat, tua-muda, emak-emak, anak muda, tokoh masyarakat, amat luar biasa.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Warta Ekonomi.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover