Jubir Partai Ummat: Ada Oknum Sengaja Menyesatkan Istilah Politik Identitas!

Jubir Partai Ummat: Ada Oknum Sengaja Menyesatkan Istilah Politik Identitas! Kredit Foto: Instagram/Mustofa Nahrawardaya

Jubir Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya menegaskan bahwa pihaknya akan menggunakan politik identitas pada Pemilu 2024 mendatang.

Dia menegaskan, pihaknya wajib menggunakan politik identitas. "Wajib itu (politik identitas)," ucap Mustofa dalam acara Adu Perspektif detik.com, Selasa malam (21/2/2023).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa selama ini banyak pihak yang salah mengartikan politik identitas.

Oleh orang-orang tertentu, kata Mustofa, politik identitas dijadikan alat untuk menyudutkan umat Islam.

Baca Juga: Anies Baswedan Gagal Penuhi Janji! Guntur Romli Beberkan Buktinya!

"Di Indonesia istilah ini (politik identitas) disesatkan oleh oknum-oknum tertentu. Sehingga menyesatkan banyak orang, bahkan banyak intelektual tersesat dengan istilah itu," tandasnya.

Menurutnya, politik identitas kini diidentikkan dengan gerakan politik Islam, dekat dengan aktivis-aktivis Islam. Setiap aktivitas umat Islam dicap sebagai politik identitas.

"Semua kegiatan agama Islam di-stempel, disemati itu politik identitas. Dijadikan momok oleh pihak tertentu," tegasnya.

Partai Ummat 'Mainkan' Politik Identitas

Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi blak-blakan mengakui bahwa pihaknya akan menggunakan politik identitas pada Pemilu mendatang.

"Partai Ummat secara khusus akan melawan dengan cara yang beradab dan elegan, narasi latah yang kosong dan menyesatkan, yaitu Politik Identitas. Kita akan secara lantang mengatakan, ya kami Partai Ummat, dan kami adalah Politik Identitas," ujar Ridho dalam acara Rakernas Partai Ummat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Senin (13/2).

Baca Juga: Sindir Megawati, Anies Temui Ratusan Ribu Ibu-Ibu Pengajian, Loyalis: Mereka Tahu Mana yang Pantas dan Tidak!

Baca Juga: Nawasiana

Menantu dari Amien Rais itu menegaskan, Partai Ummat akan melanjutkan perjuangan reformasi. Menurutnya, itu sudah menjadi agenda bangsa yang mendesak dan tidak boleh ditunda.

Lebih lanjut, Ridho mengatakan bahwa tanpa didasari nilai-nilai agama, politik akan kehilangan arah. Beredarnya narasi-narasi menyesatkan itu, ia menduga ada upaya jahat yang memang sengaja ingin memisahkan politik dengan agama.

"Kita akan jelaskan, tanpa moralitas agama, politik akan kehilangan arah dan terjebak dalam moralitas yang relatif dan etika yang situasional. Ini adalah proyek besar sekularisme, yang menghendaki agama dipisah dari semua sendi kehidupan, termasuk politik," ujarnya.

Terkait

Terkini