Seperti ‘Kotak Pandora’, Ayah Mario Dandy Diusut Habis-habisan Lakukan Pencucian Uang, Pejabat Lain Bakal Kena Juga?

Seperti ‘Kotak Pandora’, Ayah Mario Dandy Diusut Habis-habisan Lakukan Pencucian Uang, Pejabat Lain Bakal Kena Juga? Kredit Foto: Istimewa

Adanya indikasi pencucian uang yang dilakukan oleh ayah tersangka Mario Dandy Satriyo, Rafael Alun Trisambodo dinilai membuka kotak pandora untuk mengawasi harta kekayaan para pejabat kementerian.

Hal itu dinilai oleh Krimonolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala. Ia berharap penyelidikan adanya dugaan pencucian uang yang dilakukan oleh pejabat tidak berhenti pada Rafael Alun saja.

Ia menilai, data yang memperlihatkan ada sekitar 13.000 ASN kementerian Keuangan RI yang belum melaporkan harta kekayaan, bisa memunculkan bahwa adanya indikasi pencucian uang tak terjadi pada Rafael saja.

“Saya menduga ini hanya kotak pandora yang seyogianya membuka amatan kita bagi yang lain. Oke lah terhadap saudara RAT ini memang biarkan diusut habis-habisan, tapi jangan berhenti di dia saja,” ujar Adrianus dilansir dari Kompas.tv, Senin (27/2/2023).

Diketahui, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengatakan telah menemukan indikasi tindak pidana pencucian uang oleh ayah dari tersangka kasus penganiayaan Mario Dandy Satrio, Rafael Alun Trisambodo.

Baca Juga: Banjir Karangan Bunga Desak Tangkap Pembawa Malapetaka, Pacar Mario Dandy Dibela Gegara Usianya 15 Tahun, Gus Umar: Orang Normal Gak Akan..

PPATK telah memberikan laporan terhadap hasil temuannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Dalam laporannya itu, PPATK menemukan transaksi yang menunjukkan indikasi tindak pidana pencucian uang. 

Bila PPATK menyampaikan hasil analisisnya kepada penegak hukum, tentu sudah ada indikasi tindak pidana pencucian uang yang dilakukan," ujar Ketua Humas PPATK, M Natsir Kongah, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/2/2023).

Transaksi mencurigakan tersebut terjadi pada tahun 2012-2019.

Baca Juga: Gegara Mario Dandy Hobi Pamer Hidup Mewah, Sri Mulyani Bubarkan Klub Moge Ditjen Pajak, Warganet: Jangan Cuma Dibubarkan, Tapi Berani...

“Atas LHKPN yang bersangkutan pada tahun 2012 sampai dengan 2019, KPK pun telah melakukan pemeriksaan dan hasilnya telah disampaikan dan dikoordinasikan dengan Inspektorat Kementerian Keuangan terkait untuk tindak lanjut berikutnya,” tutur Ali Fikri.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover