Ketua Forum Warga Kota (Fakta) Jakarta, Azas Tigor Nainggolan menilai bakal calon presiden Anies Baswedan tidak cocok menggunakan slogan Pemprov DKI Jakarta besutan Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono yaitu 'Sukses Jakarta untuk Indonesia' untuk kepentingan Pilpres 2024.
Tigor mengatakan Anies terlalu percaya diri karena menganggap dirinya berhasil selama lima tahun menjadi gubernur Jakarta. Padahal sebaliknya, Anies justru mewariskan banyak persoalan pasca dirinya tak lagi menjadi Gubernur.
"Keberhasilan Anies, apa rupanya lima tahun menjabat gubernur Jakarta? Kemacetan Jakarta, tetap macet total sampai sekarang. Mana proyek rumah DP nol rupiah? Bangun JIS dari APBN tapi tidak mendapatkan pengakuan dari FIFA sebagai stadion mempertandingkan sepak bola," ujarnya.
Bukan hanya itu, Anies juga membuat proyek sodetan Ciliwung mangkrak selama lima tahun. Begitu juga dengan proyek normalisasi Ciliwung sepanjang 17 KM yang juga dibuat mangkrak oleh Anies yang akhirnya diselesaikan oleh Pj Gubernur Jakarta sekarang, Heru Budi Hartono.
Disisi lain, Tigor menilai Anies salah menafsirkan slogan besutan Heru Budi tersebut. Menurutnya, maksud dari slogan 'Sukses Jakarta untuk Indonesia' itu adalah prestasi pembangunan kota bukan kesuksesan seorang gubernur sebagaimana yang diinterpretasikan oleh Anies.
"Ya namanya saja menjiplak, jadi Anies tidak paham makna dan nilai dari slogan yang dibuat oleh gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono," pungkasnya.
Sebelumnya, bakal calon presiden Anies Baswedan memakai slogan 'Sukses Jakarta untuk Indonesia' untuk kepentingan Pilpres 2024. Slogan milik Pemprov DKI Jakarta tersebut disampaikan Anies saat berpidato di acara Apel Siaga PKS di wilayah Gelora Bung Karno (GBK).
"Kini saatnya kita melangkah ke jenjang berikutnya seperti tagline Pemprov DKI Jakarta yang baru beberapa bulan ini digunakan, taglinenya berbunyi 'Sukses Jakarta untuk Indonesia'. Tagline ini yang kita bawa sekarang," kata Anies, Minggu (26/2023).