Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyoroti banjir yang merendam sejumlah wilayah di DKI Jakarta.
Arief mengungkit penanganan bencana banjir yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda saat Jakarta bernama Batavia.
Pemerintah Hindia Belanda saat itu langsung menangani banjir dengan membangun saluran pengepul yang disebut dengan istilah Banjir Kanal Barat atau BKB.
“Govenor Jendral Hindia Belanda. Satu kali aja banjir gede Jakarta maka dibangun BKB,” ujar Arief, dikutip dari akun Twitter pribadi pada Selasa (28/2/2023).
Tetapi menurut mantan anak buah Prabowo Subianto ini, penanganan bencana banjir di DKI Jakarta kini tak sehebat zaman tersebut.
Adapun sejak DKI Jakarta dipimpin oleh Fauzi Bowo hingga Heru Budi Hartono, setiap hujan lebat Jakarta tenggelam.
Baca Juga: PKS Kasih Bocoran akan Kaji Ulang Proyek IKN Jika Anies Baswedan Jadi Presiden
Baca Juga: Apa Arti Musyrik? Penjelasannya ada disini!
“Gubernur Foke, Jokowi, Ahok, Anies Baswedan, hingga Plt Heru Budi setiap Jakarta ujan gede. Jakarta tenggelam. He he he,” ujarArief.
Dikutip dari berbagai sumber, Van Breen ditugasi oleh pemerintah Hindia Belanda untuk mengatasi permasalahan banjir di Batavia.
Pemerintah saat itu meminta Van Breen untuk mengendalikan aliran air dari hulu sungai dan membatasi volume air yang masuk ke dalam kota.
Van Breen yang dikenal merupakan ahli dalam bidangnya akhirnya membangun saluran penampungan akhir di pinggir selatan kota untuk menampung limpahan air untuk dialirkan ke laut melalui tepian barat kota. Saluran pengepul tersebut dikenal dengan istilah Banjir Kanal Barat atau BK.
Govenor jendral Hindia Belanda. 1kali aja banjir Gede Jakarta maka dibangun BKB.
— Arief Poyuono (@bumnbersatu) February 28, 2023
Gub Foke,@jokowi,@Ahok,@aniesbaswedan plt heru budi setiap jakarta ujan gede.. Jakarta tenggelam.. He he he... ..
Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Warta Ekonomi.