Tersangka Shane Lukas mengungkap kelakuan tak terpuji temannya, Mario Dandy Satriyo selama berkendaraan dengan Jeep Wrangler Rubicon.
Ia mengatakan bahwa Mario Dandy tidah pernah membayar tol karena memanfaatkan jabatan sang ayah sebagai pejabat pajak di Kementerian Keuangan.
Shane bersama Mario diketahui mengeroyok anak salah satu pengurus GP Ansor, David Ozora hingga mengalami koma. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.
Baca Juga: Teknologi Pendidikan Menurut Para Ahli
"Menurut klien kami, Mario juga kalau bawa Rubicon, dia selalu lewat tidak bayar. Dia ada bilang, gini Shane caranya enggak bayar pakai tol," ujar kuasa hukum Shane, Happy SP Sihombing kepada wartawan, Selasa (28/2/2023).
Happy juga menyampaikan bahwa kliennya selalu berada di bawah tekanan Mario.
"Selama ini juga Shane takut sama bapaknya, bapaknya si Mario, karena dia tahu bapaknya pejabat. Dan juga dalam pergaulan, dia ini si Mario ini, menurut klien kami, itu juga selalu menggampangkan," jelas Happy.
"Jadi, Shane ini selalu berada di bawah tekanan. Dia tahu bahwa Mario ini bisa melakukan apapun," tambahnya.
Dalam kasus ini, Shane dan Mario dijerat dengan Pasal 76C Juncto Pasal 80 UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak subsider Pasal 351 ayat 2 KUHP.
Lihat Sumber Artikel di Akurat Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Akurat.