Agnes Gracia Haryanto (AGH) yang merupakan pelaku penganiayaan David, anak pengurus GP Ansor dan teman Mario Dandy Satriyo, Shane Lukas yang merupakan tersangka disebut tidak menyesal sama sekali.
Hal tersebut disampaikan oleh kuasa hukum N yang merupakan saksi kunci, Muannas Alaidid. Alih-alih menyesal, keduanya, menurut N malah terlihat main gitar hingga nyanyi-nyanyi di Markas Polsek Pesanggarahan.
“Tidak ada (rasa menyesal). Terbukti setelah para pelaku di bawa ke Polsek (Pesanggrahan) menurut saksi kita mereka kedapatan bermain gitar, bahkan saat dibawa ke Polres Jaksel pelaku S kedapatan cengegesan di ruang konseling,” tutur Muannas dilansir dair tvonenews pada Kamis (9/3/2023).
“Padahal sudah pakai baju tahanan. Sikap yang tak jauh berbeda saat mereka berada di lokasi kejadian,” sambungnya.
Di sisi lain, Kapolsek Pesanggarahan, Komisaris Polisi Tedjo Asmoro membantah bahwa mereka sempat main gitar dan nyanyi di Mapolsek Pesanggrahan. Menurut Tedjo, mereka hanya memegang gitar dan tidak memainkannya.
“Iya pegang, jadi enggak sempet dimainkan, ya mungkin kalau enggak kami tegur, nyanyi, tapi itu liat-liat aja enggak nyanyi, jadi enggak ada. Emang pegang gitar, saya perintahkan langsung dikeluarkan (gitarnya),” kata Tedjo.
Menurutnya, gitar tersebut merupakan gitar pengamen yang diamankan pihaknya. Saat itu, Shane yang memegang gitar itu. Tedjo mengklaim bahwa saat kejadian stanby di sana dan memastikan tak ada dari mereka yang memainkan gitar.
“Dia itu megang-megang (gitar), si Shane yang megang-megang. Kalau si Mario diam-diam aja, memikirkan kasusnya gimana. Terus saya ada, pas di lantai penyidik, ‘itu ngapain pegang-pegang gitar, gitar ada didalam, ambil’, saya memerintah langsung, langsung diambil sama penyindik. ‘nggak ndan, memang disitu kok’, langsung dikeluarkan. Jadi enggak ada lah, amasa mohon maaf segila-gilanya orang masa lagi kasus gitu dia mau nyanyi-nyanyi berdendang. Nggak mungkin lah,” tambahnya.