Survei SMRC: Ganjar Unggul Jauh dari Anies dan Prabowo di Pemilih Beretnis Jawa

Survei SMRC: Ganjar Unggul Jauh dari Anies dan Prabowo di Pemilih Beretnis Jawa Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Dari 59,5 persen warga yang beretnis selain Jawa, 35 persen memilih Anies, 29 persen memilih Prabowo, dan 23 persen memilih Ganjar. Masih ada 13 persen yang belum menyebutkan pilihan. 

Saiful menjelaskan bahwa walaupun suara publik dari yang beretnis selain Jawa lebih banyak ke Anies, namun selisih suara Anies dan Ganjar di variabel ini tidak terlalu berbeda, 35 persen berbanding 23 persen. Selisihnya tidak sebesar pilihan warga beretnis Jawa: 53 persen Ganjar berbanding 16 persen untuk Anies. 

Data ini menunjukkan bahwa dilihat dari sisi etnis, Ganjar masih relatif bisa diterima oleh pemilih dari etnis selain Jawa. Namun orang Jawa relatif tidak mau menerima Anies.

Artinya, menurut Saiful, data ini mengkonfirmasi pandangan bahwa pemilih Indonesia masih mementingkan SARA. Pemilih Jawa terpusat pada satu tokoh, tidak menyebar.  

Ada kemungkinan, kata Saiful, jika etnis di luar Jawa dilihat satu per satu, preferensi pemilihnya juga tidak terdistribusi merata, tapi terkonsentrasi pada satu figur, misalnya di NTT atau Bali lebih cenderung memilih Ganjar, sementara di suku lain lebih ke Anies atau Prabowo. Karena itu data gabungan semua etnis di luar Jawa menjadi lebih merata karena terdiri dari banyak etnis. 

Saiful menegaskan bahwa sentiment etnik yang kuat tidak hanya pada etnik Jawa, tapi juga pada etnik yang lain. Misalnya dalam komunitas Arab di Indonesia, mungkin suara Anies dominan. Hal yang sama terjadi pada etnik Tionghoa di Pilkada DKI Jakarta 2017, di mana suara mereka dominan ke Ahok. 

“Orang yang punya sentimen etnik seperti itu tidak khas etnik tertentu. Tapi itu berlaku bagi semua etnik,” jelas Saiful.

Tampilkan Semua
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover