PAM Jaya Blak-blakan di Balai Kota, Ngaku Kehilangan Air 46 Persen Sampai Alami Kerugian 2,5 Triliun Selama 2022!

PAM Jaya Blak-blakan di Balai Kota, Ngaku Kehilangan Air 46 Persen Sampai Alami Kerugian 2,5 Triliun Selama 2022! Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Direktur Utama Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya, Arief Nasrudin blak-blakan soal kerugian yang diderita perusahaannya selama periode 2022. Ia menyebut PAM Jaya alami kerugian mencapai Rp 2,5 triliun akibat kebocoran pipa.

Arief mengatakan, persentase kehilangan air (non-revenue water/NRW) yang disalurkan di Jakarta mencapai 46, 67 persen per tahun. Kehilangan air itu terjadi karena banyak pipa yang bocor akibat usianya yang sangat tua, bahkan ada yang sudah melebihi 50 tahun.

"Jadi NRW 46 persen. Ini kehilangan air dalam setahun angkanya tahu nggak berapa? Secara ekuivalen rupiah bisa mencapai 2,5 triliun rupiah," kata Arief di Balai Kota, Kamis (9/3/2023).

Baca Juga: Terus Matangkan Persiapan, KIB Jamin Bakal Lanjut Kebijakan Jokowi jika Menang Pilpres 2024

Arief menegaskan bahwa pihaknya tak tinggal diam atas persoalan tersebut. PAM Jaya disebut sudah berencana melakukan revitalisasi seluruh pipa yang tersebar di Jakarta. Namun, hal itu masih dalam proses pengkajian karena dikhawatirkan akan  mengganggu pembangunan pipa baru yang kini tengah digencarkan di Jakarta.

"Jadi saat ini saya akan coba memfokuskan membangun pipa yang baru dulu. Kalau enggak lalu lintasnya akan padat luar biasa, kemacetan, gara-gara pembangunan pipa yang sangat panjang," tukas Arief.

Baca Juga: PDIP dan PPP Potensi Koalisi, Golkar Ngaku KIB Tetap Solid: Bahkan Tetap Terbuka untuk Semua Partai

Arief mengatakan, solusi jangka pendek yang dilakukan PAM Jaya saat ini yaitu dengan mendeteksi kebocoran air dari pipa yang ada. Apabila ditemukan titiknya, pihaknya akan sigap untuk membenahi.

"Jadi, ketika nanti kami tahu ada kebocoran pipa, itu menjadi salah satu fokus untuk kami benahi," pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini