Minta Usut Tuntas Adanya Transaksi Mencurigakan Rp300 Triliun, Ferdinand Hutahaean: Saya Kalau Jadi Menkopolhukam, Akan...

Minta Usut Tuntas Adanya Transaksi Mencurigakan Rp300 Triliun, Ferdinand Hutahaean: Saya Kalau Jadi Menkopolhukam, Akan... Kredit Foto: Taufik Idharudin

Politisi Partai Gerindra Ferdinand Hutahaean tanggapi soal adanya transaksi mencurigakan sebesar Rp300 triliun di dalam Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Menurutnya, jika dirinya menjadi Menkopolhukam seperti Mahfud MD, ia akan panggil Jaksa Agung, Kapolri dan Kepala PPATK untuk bentuk tim bersama Penindakan transaksi mencurigakan jika memang melanggar hukum. 

"Tangkap dan proses hukum. Bukan koar-koar seperti peniup isu yang hanya membuat Pemerintah jadi sasaran tembak oposisi!" kata dia dari Twitter @ferdinand_mpu yang dikutip Populis.id pada Senin (13/3/2023).

Baca Juga: Mantan Napi Korupsi Jadi Staf Khusus Mensos Risma, Umar Hasibuan: Rusak, Rusak... Apa Gak Ada Manusia Lain?

Sebab, isu transaksi mencurigakan 300 triliun itu harusnya diselidiki tertutup. 

"Koordinasikan @KejaksaanRI dengan Polri @DivHumas_Polri serta @PPATK. Jika benar transaksi kotor, tangkap dan proses hukum. Bila tidak kotor, isu itu potensi jadi fitnah terhadap pihak lain dan mendiskreditkan pemerintah," katanya.

Baca Juga: Saat Rekontuksi Sepatu Harga Jutaan Dipakai Mario Dandy Jadi Sorotan, Ternyata Cuma...

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani bantah adanya transaksi mencurigakan sebesar Rp300 triliun di dalam Kemenkeu.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun meminta agar Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menjelaskan ke publik soal tudingan itu. Ia mengaku PPATK melaporkan hal demikian pada dirinya.

Baca Juga: Rumah Warga Rusak Akibat Kebakaran, Pertamina Siapkan Kontrakan, Simak!

Namun di sisi lain, PPATK melaporkan hal berbeda pada Mahfud MD. Alhasil, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan itu pun mengembuskan kabar itu ke publik.

“Informasi yang disampaikan PPATK ke Menkeu tidak sama dengan yang disampaikan kepada Pak Mahfud dan yang disampaikan ke APH (Aparat Penegak Hukum),” ujar Sri Mulyani.

“Pak Ivan Yustiavandana, Kepala PPATK perlu menjelaskan data tersebut ke masyarakat agar tidak simpang siur,” lanjut Sri Mulyani.

Baca Juga: Muncul Sosok APA Dikasus Mario Dandy, Terungkap Sudah! Ternyata ini Orangnya

Pada unggahan itu, alumni Universitas Indonesia itu juga mengunggah fotonya bersama Mahfud MD. Saat mereka bersama-sama melakukan jumpa pers di kantor Kemenkeu.

“Saya berterimakasih atas dukungan Pak @mohmahfudmd kepada saya dan Kemenkeu untuk melakukan pembersihan Kemenkeu dari praktik Korupsi,” ujar Sri Mulyani.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover