"Apakah bisa pulih atau tidak? Jika dia masuk kedalam kelompok 30 persen, bersyukur. Tapi ingat bahwa 70 sampai 75 persen itu dia tidak akan berada dalam kondisi yang pada umumnya membutuhkan bantuan pada saat hidup," jelasnya.
Kapan pasien bisa disebut dalam kondisi baik? Dokter Setyo mengatakan, tenaga medis atau dokter bisa menilai pasien dalam kondisi baik atau tidak, setelah enam bulan perawatan. Menurutnya, hal itu bisa dilihat dari glasgow outcome score atau scale.
Nilai tersebut akan dibagi dalam beberapa parameter, lalu akan dilihat pasien berada di mana. Ada lima kelompok pembagian, mulai dari meninggal, disabilitas, moderat, mild, dan lainnya.
"Dinilainya enam bulan setelah perawatan akan melihat status terakhir pasien seperti apa," ujarnya.
Dokter Setyo mengungkapkan, berdasarkan pengalamannya merawat pasien, jika pasien dalam bulan pertama mendapatkan kemajuan yang cukup signifikan, biasanya arah ke arah yang cukup baik. "Ya mudah-mudahan, yang kita lihat ada perbaikan. Kita berdoa bersama, mudah-mudahan ada perbaikan," ujarnya.
Dia menjelaskan, cedera kepala berat dampak terburuknya adalah meninggal. Selain itu akan mengalami disabilitas. Seumur hidup pasien akan seperti "pohon". Pasian akan vegetatif seperti "pohon", pasien hidup namun tidak bisa memahami lingkungan.
"Manusia itu bisa hidup, dia bisa makan dan minum, fungsi-fungsi dasarnya, jantung masih berfungsi, namun dia hilang kontak dengan lingkungannya, dia memahami namun tidak bisa merespons," ujarnya.
Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.