Kejati DKI Tawarkan Jalan Damai Kasus David, Jonathan Latumahina Bereaksi Keras: Jika Ingin Perdamaian, Bersiaplah Perang!

Kejati DKI Tawarkan Jalan Damai Kasus David, Jonathan Latumahina Bereaksi Keras: Jika Ingin Perdamaian, Bersiaplah Perang! Kredit Foto: Suara.com

Jonathan Latumahina bereaksi keras terhadap penawaran restorative justice dari Kejati DKI Jakarta dalam upaya penyelesaian kasus penganiayaan David.

Ayah David ini tidak nampaknya tidak membuka opsi perdamaian dengan para pelaku penganiayaan anaknya.

Melalui akun Twitternya @seeksixsuck, Jonathan mengatakan "Si vis pacem para bellum," ucapnya dikutip Populis.id, Jumat (17/3/2023).

Baca Juga: Depan Keluarga Gak Ngomong Apa-apa, Kejati DKI Tetiba Tawarkan Damai Kasus David: Skenario Siapa Nih?

Apa yang diucapkan Jonathan itu berasal dari bahasa Latin yang artinya, jika anda menginginkan perdamaian, bersiaplah untuk perang.

Tak hanya itu, petinggi GP Ansor itu juga memposting sebuah foto yang bertuliskan "peace was never an option." Adapun artinya, "perdamaian tidak pernah menjadi pilihan".

Sementara itu kuasa hukum David menolak tegas tawaran restorative justice dari Kejati DKI Jakarta tersebut.

Baca Juga: Kuasa Hukum Tolak Mentah-mentah Tawaran Damai: 25 Hari David Masih Dirawat, Apakah Kejati Meremehkan Kejahatan Pelaku?

Menurut Mellisa Anggraini, tawaran restorative justice dalam kasus penganiayaan David tidak beralasan. Sebab, tindak pidana yang dilakukan Mario Dandy Cs tergolong berat.

"Tawaran restorative justice ini tentu sesat hukum, sesat nalar dan sesat moral, apakah Kejati meremehkan kejahatan para pelaku penganiayaan berat terencana ini?" ujar Mellisa dalam keterangannya, Jumat (17/3).

Baca Juga: Tambah Lama Bobo di Penjara, Mario Dandy akan Dijerat UU ITE Gegara Sebarkan Video Penganiayaan David

Sebelumnya, Kepala Kejati DKI Jakarta, Reda Manthovani menawarkan upaya restorative justice dalam penyelesaian kasus penganiayaan David.

Penawaran itu menurutnya sesuai dengan hukum acara yang berlaku. "Kami akan tetap tawarkan, masalah dilakukan RJ atau tidak itu tergantung para pihak, khususnya keluarga korban," jelas Reda kepada wartawan usai menjenguk David di RS Mayapada, Jakarta Selatan, Kamis (16/3).

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover