Transaksi Janggal Kemenkeu Bukan Rp300 Triliun, Tapi Rp349 Triliun!

Transaksi Janggal Kemenkeu Bukan Rp300 Triliun, Tapi Rp349 Triliun! Kredit Foto: Istimewa

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan jumlah transaksi mencurigakan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bukan Rp300 triliun, melainkan Rp349 triliun.

Hal itu menurutnya berdasarkan laporan hasil analisa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Menurutnya, transaksi janggal sejumlah Rp349 triliun itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang yang melibatkan pegawai Kemenkeu dan pihak lainnya.

Baca Juga: Tiba-tiba DPR RI Tunda Pemanggilan Mahfud MD dan Kepala PPATK Soal Aliran Dana Rp300 T, Ini Jadwal Terbarunya!

"Saya waktu itu sebut Rp300 triliun, setelah diteliti lagi transaksi mencurigakan lebih dari itu, yaitu Rp349 triliun," kata Mahfud di Gedung Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2023).

Dia menegaskan, semua pihak tidak berasumsi mengenai dugaan adanya korupsi oleh pegawai Kemenkeu karena aliran transaksi ini berkaitan dengan pencucian uang, bukan korupsi.

Adapun benuk-bentuk dugaan pencucian uang ini ialah kepemilikan saham di sebuah perusahaan, membentuk perusahaan cangkang, menggunakan rekening atas nama orang lain, dan kepemilikan aset atas nama orang lain.

Baca Juga: Soal Transaksi Janggal Rp300 T di Kemenkeu, Pertemuan Mahfud MD, PPATK dan DPR Mendadak Dibatalkan, Penyebabnya Nggak Disangka-sangka

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan Kemenkeu akan menindaklanjuti laporan hasil analisa PPATK.

"Apabila nanti dari laporan pencucian uang ditemukan tindak pidana maka akan ditindaklanjuti proses hukum oleh Kemenkeu sebagai penyidik tindak pidana asal," ucap Mahfud.

Penyidikan ini, lanjut dia, juga akan melibatkan aparat penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika ditemukan bukti adanya tindak pidana.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover