Kumpulkan Buzzer, Benarkah Sri Mulyani Ingin Tutupi Korupsi Rp300 T di Kemenkeu?

Kumpulkan Buzzer, Benarkah Sri Mulyani Ingin Tutupi Korupsi Rp300 T di Kemenkeu? Kredit Foto: World Bank Managing Director and Chief Operating Officer

Video mencatut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani beredar di media sosial melalui sebuah kanal YouTube yang diunggah pada 21 Maret 2023. 

Sampul dan judul video seolah mengeklaim bahwa Sri Mulyani mengumpulkan buzzer untuk menutupi korupsi Rp300 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 

Baca Juga: Pernyataan Terbaru Sri Mulyani Soal Transaksi Janggal di Kemenkeu: Sudah Ada yang Masuk Penjara!

"SRI MULYANI KALANG KABUT KEMENKEU KUMPULKAN BUZZER RP DEMI TUTUPI KORUPSINYA," tulis kanal tersebut pada sampul video. 

"BERITA TERBARU ~ KEMENKEU KACAU BALAU !! SRI MULYANI KUMPULKAN BUZZERRP DEMI TUTUPI KORUPSI 300 T," demikian bunyi judul video terkait. 

Kemudian video diperdengarkan untuk cek fakta, tidak ada klaim terkait Sri Mulyani mengumpulkan buzzer untuk menutupi korupsi Rp300 triliun di Kemenkeu. 

Narator dalam video membacakan artikel Wartakota.tribunnews.com berjudul "Kemenkeu Sedang Disorot, Sri Mulyani Malah Undang Guntur Romli dkk, Said Didu Beri Sindiran Menohok", tayang pada 19 Maret 2023. 

Artikel memuat sejumlah tanggapan dari tokoh-tokoh terhadap langkah Sri Mulyani yang mengundang pegiat media sosial ke Kemenkeu di tengah isu transaksi mencurigakan senilai Rp300 triliun. 

Baca Juga: Soal Transaksi Janggal Rp 349 Triliun di Kemenkeu, Mahfud MD Ungkap Modus Pencucian Uang, Nggak Disangka Ternyata...

Dalam artikel juga disebutkan tujuan Sri Mulyani mengundang para pegiat media sosial itu. Staf Khusus Menkeu Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengungkap bahwa pertemuan itu dimaksudkan untuk mendapatkan masukan untuk berbagai hal, salah satunya adalah penanganan kasus Rafael Alun Trisambodo. 

Berdasarkan hasil penelusuran, video dengan klaim Sri Mulyani mengumpulkan buzzer untuk menutupi korupsi di Kemenkeu adalah tidak benar. Faktanya, Kemenkeu mengundang pegiat media sosial untuk menerima masukan. 

Terkait

Terkini

Populis Discover