Jokowi Kena Sentil Pengamat Politik, Bikin Mikir

Jokowi Kena Sentil Pengamat Politik, Bikin Mikir Kredit Foto: Syifa Yulinnas

Akademisi Rocky Gerung menyebut jika bahasa tubuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan, bahwa orang nomor satu di Indonesia itu lemah.

Hal tersebut diungkapkan pengamat sosial dan politik itu dalam video yang tayang di kanal YouTube Rocky Gerung Official. Di mana, sebelumnya Presiden Jokowi menyentil Pertamina dan PLN di depan para menteri terkait.

"Dia enggak berani menatap menteri mana yang akan disasar dengan ucapan itu. Jadi pengamat politik internasional memandang jika Jokowi lemah, bahkan di depan menteri-menterinya," kata dia dikutip pada Kamis (25/11/2021).

Baca Juga: Rocky Gerung Tantang Erick Thohir Deklarasi Capres, Berani?

Rocky Gerung menilai, bahwa sesungguhnya rakyat itu ingin Jokowi mengevaluasi Erick Thohir dan Luhut Binsar Pandjaitan.

"Tapi dia sendiri enggak berani menatap menteri yang dikritik," ungkap Rocky Gerung.

Penilaian yang disampaikan tersebut disampaikan Rocky Gerung ketika melihat Jokowi yang dianggap selalu melihat teks pada saat rapat kabinet.

Pada saat rapat kabinet, Jokowi memang meluapkan kemarahannya ke Pertamina dan PLN.

Kemarahan Jokowi ke Pertamina dan PLN disebabkan ruwetnya birokrasi yang membuat kemacetan investor untuk masuk.

Baca Juga: Guntur Romli: Jokowi Tak Butuh Pembelaan Dari Buzzer-buzzer Yang Ngaku Ulama

Ada kekesalan yang dilontarkan. Ada juga ketidaknyamanan dengan lamanya action yang dilakukan.

Namun, bahasa tubuh Jokowi justru kontras dengan marah dan jengkelnya. Rocky Gerung justru menilai ada ketidakyakinan dalam diri Presiden.

"Itu yang terlihat dari wajah Presiden kemarin waktu dia menegur menteri-menteri. Dia sendiri enggak yakin bahwa dia malakukan perubahan," jelas Rocky Gerung.

Rocky Gerung menilai, bahwa tidak yakinnya Presiden dalam mengambil keputusan berdasarkan pernyataan Jokowi yang menunggu waktu untuk melakukan tindakan tegas.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini