Pernyataaan Arteria Dahlan Dinilai Tak Pantas Soal OTT

Pernyataaan Arteria Dahlan Dinilai Tak Pantas Soal OTT Kredit Foto: Istimewa

Akademisi politik TB. Massa Djafar mengomentari pernyataan politisi PDIP Arteria Dahlan yang menilai KPK tak perlu melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap polisi, jaksa, dan hakim.

Arteria menganggap OTT tak perlu dilakukan karena ketiga lembaga itu adalah simbol negara.

Menanggapi hal itu, Massa menilai pernyataan Arteria sangat tidak pantas untuk disampaikan.

“Penyataan itu tak pantas disampaikan di tengah kondisi korupsi yang sudah sistematis,” ujarnya dilansir dari genpi pada Kamis (25/11/2021).

Baca Juga: Wanita Yang Bentak Ibu Arteria Dahlan Datang Ke DPR, Cium Tangan dan Menangis Sambil...

Ia juga menyoroti sikap Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang sempat mengklarifikasi pernyataan Arteria Dahlan.

Massa mengatakan bahwa pembelaan itu justru mengindikasikan bahwa korupsi justru kerap terjadi di level partai politik.

Sebab, partai seharusnya bisa menyanggah pernyataan Arteria dan tegas menilai opini itu tak benar.

“Parpol harusnya bisa menunjukkan sikap yang pro terhadap pemberantasan korupsi,” katanya.

Ketua Program Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional itu menegaskan bahwa PDIP tak seharusnya menjustifikasi pernyataan Arteria.

“PDIP seharusnya mengoreksi pernyataan Arteria di publik. Kalau malah menjustifikasi, ini makin memperlihatkan bahwa korupsi itu sudah menjangkit di partai politik,” ungkap Massa.

Baca Juga: Polisi, Hakim dan Jaksa Tak Layak Kena OTT, Nicho Silalahi ke Arteria: Kupikir Kau Cerdas Bang

Lebih lanjut, Massa memaparkan bahwa selama ini sudah banyak kasus korupsi yang terjadi untuk memenuhi kepentingan partai politik.

“Anggota DPR dan DPD itu banyak yang tertangkap, karena mereka punya kewenangan yang cukup untuk menyalahgunakan kekuasaannya,” tandas Massa.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini