Pertemuan Alot Erick Thohir dan Presiden FIFA Dibeberin, Ternyata Amplop Cokelat yang Dikasih Isinya...

Pertemuan Alot Erick Thohir dan Presiden FIFA Dibeberin, Ternyata Amplop Cokelat yang Dikasih Isinya... Kredit Foto: Istimewa

Batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 kini menjadi sorotan hingga publik bertanya-tanya, apa sebenarnya alasan Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) mencoret Indonesia. 

Belakangan diketahui dari akun @kurawa bahwa alasan FIFA membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah karena pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster yang sebut trauma Bom Bali I dan II. Ia khawatir, kedatangan Israel mengundang ancaman bom di Bali.

Akan tetapi, belakangan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto mengaku saat ini keamanan di Bali terkendali.

Baca Juga: Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Diduga Gegara Omongan Gubernur Bali yang Ini...

Namun rasanya, ucapan Polda Bali ini terkesan agak telat karena menyampaikan kalo Bali Kondusif itu baru keesokan harinya, setelah Konpres Presiden RI Joko Widodo.

"Setelah Jokowi menyampaikan konpers nampaknya kepolisian agak telat merespon isu ini, kapolda Bali baru menyampaikan kalo Bali Kondusif keesokan harinya. Tidak ada ancaman Bom katanya .. Telat Jenderal konter narasi pak Gubernur," kata Rudi Valinka dengan akun @kurawa yang dikutip Populis.id pada Kamis (30/3/2023).

Baca Juga: Minta Erick Thohir Tak Usah Bersedih, Gibran Rakabuming: Wes Ya, Mulai Sesok Ra Mbahas Piala Dunia U-20 Meneh

Selain Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menolak keras kedatangan Timnas Israel di Indonesia.

"Soliditas team pak Jokowi di U-20 ini, yang tersisa hanya Erick Thohir dan Gibran.. setelah Ganjar dicoret karena melakukan blunder fatal  membuat opini paling absurd. Kekuatan lemah ET menjadi ujung tombak walau dia sangat cemas saat itu," ujarnya.

"Gue sudah menyampaikan #kode gagalnya menjadi tuan rumah di twit ini saat ET akan berangkat ke Doha (bukan Zurich) peluang dibawah 10% tapi masih berharap ada rasa optimis dari ET untuk bisa merayu FIFA batalkan putusannya," sambungnya.

Baca Juga: Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Ini Pernyataan Lengkap FIFA!

Selain itu, saat Erick Thohir bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, disinyalir bahwa Gianni sudah tak bisa membantunya. 

"Saat pertemuan ET dengan Gianni di Doha.. saat melihat posisi duduk bos FIFA ini sdh memberikan sinyal: gue sudah gak bisa bantu lagi bro T (panggilan ikrib), kata gianni saat itu. Keputusan ini diambil karena sudah final menyangkut isu nyawa kate doi," paparnya.

"ET berusaha meyakinkan Gianni kalo National Guarantee ini bukan kaleng-kaleng langsung dari Jokowi.. dia menyatakan Asian Games aja aman dan sukses, G20 apalagi bisa hadirkan 2 negara yang lagi perang. Indonesia akan kerahkan pasukan-pasukan terbaik kami untuk melindungi peserta U20 terutama Israel," sambungnya.

Baca Juga: Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, 'Kita Membunuh Sejarah! Semakin Jauh Jarak Pada Prestasi'

Kemudian, adanya surat amplop cokelat dari presiden yang diberikan kepada Gianni menjadi acuan. FIFA pun dikatakan melakukan meeting hanya 15 menit.

"Dan malam itu keluarlah hasil zoom meeting FIFA: Sorry bro T, we cant help you. Send my best regard for Mr. Jokowi. We will announce this soon," katanya.

"Dan keluarlah rilis pembatalannya di situs FIFA beberapa jam kemudian.

ET sangat kecewa dan sedih  lalu langsung pulang ke Indonesia," sambungnya.

Baca Juga: Ramai Piala Dunia U-20 Berujung Polemik, PDIP ke FIFA: Jelaskan Kenapa Rusia Dicoret Tapi Israel Tidak

Lantas, Apakah Indonesia akan terkena hukuman berat terkait pembatalan ini?

"Jika merujuk rilis dari FIFA mereka akan tetap berikan dukungan teknis kepada Indonesia setelah pembatalan ini. Jadi kemungkinan sanksinya tidak terlalu berat, FIFA masih sayang Indonesia," pungkasnya.

Sebelumnya, sempat beredar foto Erick Thohir sedang menelpon. Akun itu mengatakan bahwa Erick saat itu meminta waktu kepada FIFA untuk berdiskusi dan setidaknya kasih kesempatan Indonesia untuk mengklarifikasi.

"Maka ET segera menghadap ke Jokowi untuk meminta arahan. Hasil pertemuan ET dan Jokowi pada siang hari tanggal 28 Maret memutuskan pembagian tugas mengingat deadline dari FIFA sudah tipis. Pak Presiden bersedia Konpers resmi menyampaikan kalo pemerintah tidak permasalahkan timnas Israel hadir dengan alasan jangan Politisasi Olahraga," katanya.

"Sementara Erick Thohir ditugasi presiden untuk bertemu dengan FIFA. Walau agak mustahil Erick Thohir tetap berusaha menyampaikan Optimisme karena kedekatan beliau dengan presiden FIFA. ET meminta "peluru" dari presiden berupa surat beramplop Coklat yang diberikan kepada Gianni," sambungnya.

Baca Juga: Jokowi dan Erick Thohir Kalah Telak atas Piala Dunia U-20, PDIP Berhasil Bikin Gol: Kita Angkat Jempol...

Isi amplop cokelat itu diduga Pernyataan Jaminan Pelaksanaan dan Keamanan dari Presiden atas pelaksanaan U-20 di Indonesia.

Mengingat kembali pernyataan Koster yang menolak Timnas Israel berlaga di Pulau Dewata karena tidak punya hubungan diplomatik dengan Indonesia dan ia juga trauma Bom Bali I dan II. Ia khawatir, kedatangan Israel mengundang ancaman bom di Bali.

Alasan ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.

"Pak Koster masih trauma dengan kejadian bom di Legian, Badung, Bali. Sebagai pemimpin beliau menerima masukan terhadap berbagai potensi eskalasi ancaman-ancaman," ujar Hasto dalam Political Show CNN Indonesia TV, Senin (27/3/2023).

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover