Cuap-cuap Ahok di YouTube Berbuntut Desakan Mengundurkan Diri Dari Dirut Pertamina

Cuap-cuap Ahok di YouTube Berbuntut Desakan Mengundurkan Diri Dari Dirut Pertamina Kredit Foto: GenPI

Pengamat politik Dedi Kurnia Syah mengatakan, sebaiknya Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengundurkan diri.

Alasannya, kata Dedi, Ahok telah mengumbar hal-hal yang sedianya bisa diselesaikan internal korporasi, namun memilih mengumbar ke ruang publik melalui kanal YouTube pribadi.

Baca Juga: Nyinyiran Maut Tokoh Papua Buat Ahok: Urusin DKI Saja Tidak Becus, Ternyata Hebatnya Hanya....

 Akan lebih baik dan terhormat, jika dia mengundurkan diri, " kata Dedi dalam keterangannya, Kamis (25/11/2021).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) ini menilai mantan Gubernur DKI itu tak bisa bekerja dengan baik dalam pemerintahan Jokowi.

Atas dasar itu, Dedi menilai lebih baik dan terhormat, Ahok mengundurkan diri.

"Mengingat dia punya kontribusi dan kedekatan personal pada penguasa," pungkasnya.

Sebelumnya, Ahok menolak terhadap rencana pembelian StreetScooter milik perusahaan mobil Deutsche Post DHL Group, Jerman, sebagai strategi pengembangan mobil listrik nasional.

Sayangnya, Penolakan Ahok itu cuap-cuap di kanal YouTube pribadinya yang menjadi ruang publik.

Sementara itu, peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin menilai cara Ahok mengumbar di YouTube sudah tak punya power lagi.

“Itu tanda tidak punya power. Dia akhirnya bicara keluar," kata Salamuddin dalam keterangannya, Kamis (25/11).

Menurut Salamuddin, jika Ahok bisa menjalankan perannya dalam mengkoordinasikan tata kelola komunikasi di antara komisaris dan direksi, maka curhatan di YouTube itu tidak akan pernah ada.

Baca Juga: Mas Anies Mau Dijagain Pakai Buzzer, Orang Dekat Ahok Langsung Omelin MUI: Jangan Ikut-ikutan Politik Praktis

Sebagai kepanjangan tangan pemerintah di perusahaan BUMN, lanjut Samuddin, Ahok harus bisa mengelola direksi.

"Kalau begini kan berarti Ahok dalam posisi tidak bisa mempengaruhi itu," tandasnya. 

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini