Usai Keroyok Polisi, Refly Harun Bongkar Bekingan Pemuda Pancasila, Salah Satu Jadi Orang Penting di Hajatan Formula E

Usai Keroyok Polisi, Refly Harun Bongkar Bekingan Pemuda Pancasila, Salah Satu Jadi Orang Penting di Hajatan Formula E Kredit Foto: Instagram/Refly Harun

Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun ikut  mengomentari kasus  pengeroyokan yang dilakukan oleh anggota ormas Pemuda Pancasila kepada seorang  perwira polisi.

Pengeroyokan dilakukan ketika perwira polisi ini sedang mengawal ormas ini menggelar unjuk rasa Pemuda Pancasila di depan Gedung DPR yang meminta agar politisi PDIP Junimart Girsang dipecat.

Terkait pengeroyokan itu, Refly Harun menegaskan, bahwa prilaku satuatau dua anggota ormas tidak bisa disamaratakan dengan keseluruhan anggotanya. Jika bersalahkata dia anggota ormas itu bisa diproses hukum. Termasuk ormasnya sekalipun, sebagaimana Pemerintah melakukan kepada FPI dan HTI.

Baca Juga: Didapuk Anies Baswedan Jadi Ketua Pelaksana Formula E, Ahmad Sahroni: Bukan Kampanye Politik

“Sebenarnya ormas memang bisa dipidanakan, baik terhadap anggotanya maupun atas nama ormas itu sendiri. Tetapi kalau itu mau pakai cara menghargai hukum. Tapi kalau tidak, ya seperti HTI dan FPI, main bubarkan saja walau sampai sekarang belum ada alasan jelas kenapa dibubarkan,” kata Refly di saluran Youtube-nya, Jumat (26/11/2021).

Lebih lanjut Refly Harun mulai menyebut orang - orang berpengaruh yang berdiri di belakangormas ini, salah satunya adalah ketua MPR Bambang Soesatyo yang saat ini juga menjadi Ketua Panitia Pengarah Formula E di Jakarta.

Dengan bekingan seperti Bamsot kata Refly Harun, jelas Pemuda Pancasila sukar diutak atik pemerintah, apalagi sampai mengalami nasib seperti FPI dan HTI.

“Kebetulan beking-nya Pemuda Pancasila ini enggak tanggung-tanggung, yaitu orang berpengaruh seperti Bambang Soesatyo (Ketua MPR). Lalu ada juga Ketua DPD. Dan ormas ini kemudian diperhitungkan,” katanya lagi.

Baca Juga: Ferdinand: Reuni 212 Adalah Reuni Kejahatan Demokrasi

Walau dibeking orang-orang berkuasa, Refly bilang bahwa jika anggota ormas ini ada yang bersalah, tetap bisa diproses hukum. Itulah yang kemudian disebutnya sebagai individual responsibility.

Bahwa kesalahan anggota, harus menjadi tanggung jawab anggota. Refly pada kesempatan itu juga menyinggung belajar dari kasus Junimart dan PP, ada baiknya semua pihak sama-sama menjaga ruang demokrasi.

Baca Juga: Mas Anies oh Mas Anies... Biasanya Juga Puasa Ngomong, Kok Klaim Dipelintir

Sebab publik juga dinilai harus bisa membedakan mana organisasi dan mana individu di dalam organisasi. Karena jika ukurannya pada kejahatan, maka kata Refly Parpol lah yang seharusnya lebih pantas untuk dibubarkan.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini