Kecipratan Hibah Rp900 Juta Dari Anies Baswedan, Hingga Dikecam Sana Sini, Wakil Ketua DPRD DKI: Kami Bukan Perkumpulan Bodong

Kecipratan Hibah Rp900 Juta Dari Anies Baswedan, Hingga Dikecam Sana Sini, Wakil Ketua DPRD DKI: Kami Bukan Perkumpulan Bodong Kredit Foto: M Risyal Hidayat

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani akhirnya buka suara setelah lama bungkam mengenai dana hibah sebesar Rp900 juta yang diberikan Gubernur Anies Baswedan kepada yayasan yang ia bina yakni  Yayasan Bunda Pintar.

Putri dari ketua umum PAN Zulkfly Hasan itu mengatakan, yayasanBunda Pintar bukan kelompok bodong yang tiba-tiba muncul untuk minta anggarankepada pemerintah.

Yayasan ini kata dia telah resmi terdaftar dan telah berbadan hukum di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sejak November 2016 dengan Nomor AHU-0077724.AH.01.07 tahun 2016 tentang pengesahan pendirian badan hukum perkumpulan Bunda Pintar Indonesia.

Baca Juga: Bamsoet: Co-Founder Formula E Ingin Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies Baswedan

"Oleh karenanya, perkumpulan Bunda Pintar Indonesia bukanlahperkumpulan ‘bodong’ yang tiba-tiba datang mengajukan permohonan hibah ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Zitadalam akun Instagramnya, Jumat (26/11/2021).

Zita mengaku, anggaran itu dipaikai pihaknya untuk kepentingan guru-guru PAUD di Jakarta. Uang ratusan juta itu disebutnya tidak dipaikai untuk kepentingan pribadi.

"Hibah semata-mata untuk kepentingan guru-guru PAUD, dan anak usia dini, bukan untuk saya ataupun individu-individu lainnya," ujarnya.

Zita mengaku, semua kegiatan Yayasan Buda Pintar juga dipublikasikan secara luas ke publik. Jejak digitalnya bersliweran di internet.

"Kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan pun semuanya untuk ikut serta memajukan guru-guru Paud, anak-anak tidak mampu, dan merehabilitas Paud-Paud rumahan yang sangat tidak layak," tandasnya.

Pemberian dana hibah yang dilakukan Anies Baswedan pada tahun anggaran 2022ini memang panen kritik, sebab beberapa orang dekat ikut kecipratantermasuk Zita Anjani.

Baca Juga: Didapuk Anies Baswedan Jadi Ketua Pelaksana Formula E, Ahmad Sahroni: Bukan Kampanye Politik

Politisi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak mengaku Gubernur Anies Baswedan dan Wakilnya Ahmad Riza Patria (Ariza) aktif melakukan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

"Apabila Gubernur dan Wakil Gubernur sebelumnya menjauhi KKN dan pro rakyat maka Gubernur Anies dan Wakilnya menunjukkan dan melakukan secara aktif KKN," kata Gilbert kepada Populis.id Jumat (26/11/2021).

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini