Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta, Achmad Yani menghargai sikap Dinas Perhubungan DKI yang secara sigap melaporkan pejabatnya ke Inspektorat pasca keluarganya menjadi sorotan akibat kepergok pamer barang-barang mewah.
"Apa yang telah dilakukan Dishub bahwa ini prosesnya melalui Inspektorat, saya kira ya kita hormati, bahwa memang yang berkewajiban melakukan pembinaan kan Inspektorat, termasuk juga badan pengawasan," kata Yani di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2023).
Anggota Komisi B itu turut memberi catatan ke para pejabat untuk tidak berperilaku bermewah-mewahan apalagi sampai memamerkannya ke publik. Sebagaimana yang terjadi pada istri dan anak dari Kabid Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub DKI Massdes Arouffy.
"Catatan kita untuk para pejabat itu memang hiduplah sederhana, melaksanakan tugas dengan baik, jangan memamerkan kalau seseorang itu memiliki kekayaan pada orang lain," ucapnya.
Baca Juga: Keluarga Pejabat Dishub DKI Jakarta Pamer Harta, Inspektorat: Istrinya hanya Ibu Rumah Tangga
Yani berharap kasus serupa tak terulang lagi di lingkungan Pemprov DKI. Ia juga berharap pemerintah maupun individual pejabatnya bisa saling mengambil hikmah dari kasus yang terjadi pada Massdes.
"Harapan kita, semua diambil hikmahnya, sehingga dari aparat pemerintah juga nanti akan melakukan introspeksi diri, bagaimana menjaga diri, terus tidak melakukan hal-hal yang menjadi sorotan bagi masyarakat," ujarnya.
Tak ingin mendahului hasil pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat, Yani enggan berkomentar banyak soal dugaan-dugaan yang saat ini dituduhkan kepada Massdes. Ia mengaku akan menghormati apapun hasil yang diperoleh Inspektorat.
"Ini kan Inspektorat yang memeriksa, ya kita harus menghormati apa hasilnya, kita belum tahu, kita belum bisa mengambil kesimpulan atau keputusan soal masalah itu," kata dia.
"Kita serahkan saja kepada Inspektorat untuk melaksanakan tugas-tugasnya, apa hasilnya, itu nanti mungkin kan ada aturan-aturan yang berlaku," sambung Yani memungkasi.
Sebelumnya, Inspektur Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menegaskan bahwa hingga detik ini pihaknya masih terus memproses Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub DKI Jakarta Massdes Arouffy.
Masades diproses pasca istri dan anaknya kepergok netizen memamerkan tas mewah di media sosialnya. Massdes sudah diperiksa sejak Jumat siang pasca dirinya ramai diperbincangkan publik.
"Masih berproses, jadi kami tentu Inspektorat bergerak cepat pada saat ada dugaan seperti itu maka kemarin hari Jumat sudah dilakukan pemanggilan," kata Syaefuloh kepada awak media, di DPRD DKI Jakarta, Senin (3/4/2023).
Sebagai informasi, nama Massdes Arouffy ramai diperbincangkan publik usai anak dan istrinya kedapatan pamer tas mewah di media sosial.
Dugaan gaya hidup mewah itu viral pasca foto-fotonya diunggah akun twitter @PartaiSocmed. Tak hanya satu, istri dan anak Massdes terpantau memliki banyak tas mewah, mulai dari brand Hermes, Gucci, Louis Vuitton, Balenciaga dan sejumlah tas lainnya yang harganya mencapai miliaran rupiah.
"Yang pada bilang tas pada gambar pertama di atas adalah KW jangan terkejut dengan harga tas Hermes Birkin Crocodile yg mencapai 105 ribu dolar alias 1,5 miliar Rupiah lebih ini. Satu tas ini bisa beli berapa rumahmu?," tulis akun twitter @PartaiSocmed dikutip, Jumat (31/3/2023).
Meski keluarganya terpantau kerap pamer harta dan bergaya hidup mewah, ternyata harta yang dilaporkan Massdes ke KPK cuma Rp1,8 miliar. Informasi ini diperoleh dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2021 yang dilaporkan Massdes pada 12 Maret 2022 lalu.