Astagfirullah... Gegara Kebengisan Mario Dandy, Jonathan Sebut Otak David Ozora Berputar dan Sarafnya Putus Semua!

Astagfirullah... Gegara Kebengisan Mario Dandy, Jonathan Sebut Otak David Ozora Berputar dan Sarafnya Putus Semua! Kredit Foto: Twitter/@seeksixsuck

Jonathan Latumahina secara blak-blakan menjelaskan kondisi anaknya, yakni Cristalino David Ozora yang menjadi korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo. Jonathan menyebut bahwa kondisi David saat ini terbagi menjadi dua terapi.

Jonathan mengatakan, bahwa hari ini merupakan hari ke 43 David dirawat di rumah sakit. Adapun dua terapinya yaitu terapi kesadaran kualitatif dan terapi kesadaran kesehatan kuantitatif.

"Pertama adalah terapi kesadaran kualitatif, di mana hal tersebut adalah yang terkait dengan kognitif, bagaimana otak bekerja dan lain-lain. Kedua adalah kesehatan kesadaran kuantitatif atau boleh disebut dengan motorik," kata Jonathan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/4/2023).

Baca Juga: Habib Bahar Ngoceh-ngoceh Bakal Perjuangkan Avsec yang Dipecat Karena Menyambutnya, Denny Siregar: Kalau Teriak Doang, Monyet Juga Bisa!

Jonathan mengatakan bahwa anaknya mengalami Diffuse Axonal Injury yang membuat kondisi saraf-sarafnya terputus. Hal ini juga yang membuat David sempat mengalami koma selama delapan hari pasca terjadinya insiden penganiayaan oleh Dandy.

"David ini mengalami Diffuse Axonal Injury stage 2, penyebabnya adalah trauma keras yang menyebabkan otaknya berputar dan saraf putus semua," ujarnya.

"Secara medis David koma dari senin tanggal 20 Februari 2023 sampai senin selanjutnya atau komanya selama 8 hari," sambungnya.

Baca Juga: Istri Anak Buah Heru Budi Kepergok Pamer Harta, Orang NasDem Langsung Minta Jangan Dikasih Ampun!

Kemudian untuk kondisi terkini, Jonathan menyebut bahwa David disebut sudah mengalami perkembangan yang cukup baik di bidang kuantitatif. Sementara di bagian kualitatif masih harus menjalani perawatan lebih lanjut.

"Kondisi terakhir, sampai saat ini sudah mengalami banyak terapi, sudah mengalami kemajuan, tetapi yang kuantitatif. Artinya, dia bisa BAB, dia bisa pipis, secara otomatis seperti kita kalau kebelet. Dia bisa menelan, minum dan lain-lain. Tapi, kesadaran kualitatifnya belum," pungkasnya.

Terkait

Terkini