Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyoroti pernyataan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang mengaku tidak tahu usuran peninjauan kembali (PK) terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) terkait hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.
"Ajaib benar anda ini Pak Mul. Masak menjawab tidak tahu. Berdasarkan bukti surat di bawah, itu bukannya anda? masak itu Jenderal Pur Moeldoko yang lain?" ucap Jansen dikutip dari akun Twitternya, Selasa (4/4/2023).
Jansen membantah pernyataan Moeldoko yang mengaku tidak tahu itu dengan membeberkan bukti berkas pengajuan PK atas nama Jenderal TNI (Purn) DR. H. Moeldoko, M.Si. dan drh, Jhonny Allen Marbun, MM.
Baca Juga: Moeldoko Nggak Tahu soal PK Kudeta Demokrat, Anak Buah AHY: Ngelesnya Juara!
Dalam berkas itu tertulis, Moeldoko dkk melawan Menteri Hukum dan HAM serta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pihak tergugat.
Jansen menegaskan bahwa lebih baik Moeldoko mencabut PK-nya tersebut daripada malu nantinya.
Menurutnya, Moeldoko tidak berhak menjadi Ketua Umum Demokrat sebagaimana hasil KLB Deli Serdang yang digelar oleh Jhonny Allen Marbun Cs pada awal 2021 lalu. Sebab, ia bukan kader Demokrat.
Baca Juga: KPK Sita Tas Mewah Ratusan Juta Milik Ibu Mario Dandy, Rafael Alun: Itu Barang KW!
"Kalau anda sekarang merasa malu Pak Mul, masih ada jalan, cabut PK anda itu. Kalau manusia masih pakai akal sehat, tidak ada ceritanya anda itu jadi Ketua Umum Demokrat. Orang anda satu detikpun tidak pernah jadi kader Demokrat, kok tiba-tiba jadi Ketum Demokrat," tegas Jansen.
Polemik antara Moeldoko vs Demokrat terus berlanjut. Sebelumnya seluruh upaya hukum kubu Moeldoko sepanjang 2021-2022 ditolak di PTUN Jakarta, PT TUN Jakarta, hingga di tingkat kasasi yang juga ditolak oleh Mahkamah Agung RI.Pada 3 Maret 2023, kubu Moeldoko kembali mengajukan PK dengan dalih adanya empat bukti baru (novum) ke Mahkamah Agung RI.
Baca Juga: AHY Cium Upaya Membubarkan Koalisi Perubahan Melalui KSP Moeldoko Kudeta Demokrat
Moeldoko Bungkam
Moeldoko enggan memberikan tanggapannya terkait pengajuan PK tersebut.
"Yang tadi pertanyaan itu nanti belum dijawab sekarang, terima kasih, sorry," ujar Moeldoko di gedung Krida Bakti, Jakarta, Senin (3/4).
Terkait empat novum baru yang diklaim ditemukan, Moeldoko juga enggan menanggapinya. Ia hanya menjawab tidak mengetahui terkait hal itu.
"Ora ngerti aku, ora ngerti (tidak tahu saya). Ora ngerti aku urusannya (tidak tau saya urusannya)," ujar mantan Panglima TNI tersebut.