Politisi Partai Gerindra, Ferdinand Hutahaean menilai tidak tepat jika pengawalan Aviation Security (Avsec) alias petugas keamanan bandara yang mengawal artis luar negeri disamakan dengan pengawal Habib Bahar bin Smith. Ia menilai bahwa Avsec yang mengawal artis memang sudah ditugaskan langsung oleh Bandara.
Ia menegaskan, tiga Avsec pengawal Habib Rizieq sejak awal tidak pernah ditugaskan secara spesifik untuk memberi pengawalan khusus kepada penceramah kontroversial itu.
"Petugas yang menjaga K-POP itu setau saya memang sudah ditugaskan. Jadi mereka bukan meninggalkan tugas tapi ditugaskan. Bahkan dari berita yang beredar, Rizieq Shihab juga dulu dikawal Avsec. Beda dengan yang 3 orang ini, tidak ditugaskan tapi meninggalkan pos nya. Perbedaannya disitu," katanya saat dihubungi Populis.id pada Selasa (04/03/2023).
Ia menyebutkan, sepanjang ditugaskan langsung oleh Bandara, maka pengawalan terhadap orang tertentu termasuk Habib Bahar tidak masalah. Jika hanya inisiatif dari Avsec sendiri, maka hal itu tidak diperbolehkan dan harus ditindak.
"Maka, menurut saya pemberhentian terhadap aviation security ini sudah tepat. Karena aviation security ini tugasnya memastikan keamanan. Dari bandara, keamanan penumpang, semua karena itu terkait," ucapnya.
"Bayangkan kalau Avsec karena hormatnya kepada seseorang, kemudian membebaskan seseorang masuk bandara tanpa pengawasan atau pemeriksaan ternyata membawa sesuatu yang membahayakan penerbangan, apa yang terjadi?," sambungnya.
Maka, ia kembali menekankan sangat mendukung jika tiga petugas bandara itu diberhentikan karena meninggalkan tugas. Langkah tersebut guna memberikan efek jera kepada petugas yang lain.
"Saya mendukung pemberhentian tersebut dan itu sudah langkah yang tepat dan benar. Supaya petugas aviation security yang lain belajar tetap melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar sesuai SOP yang ada," pungkasnya.