‘Pertemanan Retak, Saling Serang di Sidang, Mario Dandy dan Shane Hampir Gila Sampai Sering Teriak Dalam Sel’, Ya Ampun!

‘Pertemanan Retak, Saling Serang di Sidang, Mario Dandy dan Shane Hampir Gila Sampai Sering Teriak Dalam Sel’, Ya Ampun! Kredit Foto: Istimewa

Pegiat media sosial, Mazzini, menanggapi aksi dua tersangka kasus penganiayaan David Ozora, yaitu Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas, dalam sidang AG di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (4/4/2023).

Melalui salah satu cuitannya, Mazzini menyisipkan sebuah artikel yang berisi pernyataan ayah David, Jonathan Latumahina, yang menyebut bahwa Mario dan Shane mulai stres berada di dalam penjara bahkan sampai teriak-teriak.

Baca Juga: Ini Alasan Anas Urbaningrum Batal Dibebaskan dari Penjara Senin Depan, Ternyata...

Sebagai informasi, melalui salah satu cuitan di akun Twitter-nya pada Rabu (5/5/2023), Jonathan menyebut bahwa Mario dan Shane saling menyerang alias main salah-salahan mengenai kejadian penganiayaan David.

Jonathan mengatakan, “Sidang kemarin banyak hal yang tidak tersampaikan di media karena tertutup, mulai dari tersangka yang mulai stres dan teriak2 di sel, banjir airmata yang pernah gue janjikan, saling serang antar tersangka.”

“Sidang selanjutnya (mario dan shane) live dong, kan mereka bukan anak2,” sambungnya menutup.

Menanggapi hal itu, Mazzini pun menyebut itu merupakan kabar gembira. Ia menduga Mario dan Shane sudah mulai gila sehingga sering berteriak di dalam sel.

Baca Juga: Shane.. Shane.. Habis Aniaya David Cengengesan Sambil Pegang Gitar, Giliran Udah di Depan Hakim Malah Mewek!

“Kabar gembira. Pertemanan Mario Dandy dan Shane Lukas sekarang retak,” ujarnya dikutip Populis.id dari cuitan akun @mazzini_gsp pada Kamis (6/5/2023).

Ia menambahkan, “Mereka berdua saling serang dan menyalahkan satu sama lain. Bahkan di antara keduanya ada yang hampir gila akibat mulai sering teriak-teriak di dalam sel.”

Sementara itu, dari ketiga pelaku penganiayaan, hanya AG yang sudah mencapai proses persidangan. Ia sendiri dituntut 4 tahun penjara di Lembaga Perlindungan Khusus Anak (LPKA) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover